Polisi Dan Petugas Lapas Lamongan Gagalkan Rencana Pengiriman Sabu ke Lapas

Kapolres Lamongan AKBP Harun bersama Kalapas Lamongan Priyana didampingi Kasat Reskoba Iptu Ackhmad Khusen saat press release ungkap kasus penggagalan narkoba, Rabu (18/03).

kilasmetro.com| LAMONGAN – Jajaran Satuan Reserse Narkoba (Satreskoba) Polres Lamongan dan petugas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Lamongan berhasil menggagalkan pengiriman sabu yang dipesan salah satu napi melalui handphone.

Menurut Kapolres Lamongan AKBP Harun, terungkapnya penggagalan  pengiriman barang barang harum ke Lapas tersebut berawal saat petugas Lapas Lamongan melakukan razia terhadap penghuni Lapas.

“Saat itu sedang petugas Lapas sedang melakukan razia terhadap penghuni Lapas, kemudian petugas menemukan sebuah handphone. Dan setelah dicek, di dalam handphone  itu terdapat percakapan pemesanan sabu dari luar lapas” kata AKBP Harun pada sejumlah awak media saat press release di Lapas kelas II B Lamongan , Rabu (18/3).

Mendapat informasi tersebut, lanjut Harun, petugas Lapas langsung melapor ke Satreskoba yang kemudian ditinlanjuti oleh petugas Satreskoba Polres Lamongan dengan penyelidikan.

“Dari kasus ini, petugas berhasil meringkus seorang napi berinisial  MRR, serta barang bukti sabu-sabu”, ungkap Kapolres Harun.

Sementara itu, Kalapas Lamongan, menegaskan, pihaknya menyatakan siapapun yang main-main narkoba di Lapas Lamongan akan diproses sesuai aturan yang berlaku.

“Kita sudah berniat untuk perang dengan narkoba, jika ada yang main-main narkoba di Lapas Lamongan maka akan dilakukan tindakan tegas”, tegas Kalapas Lamongan Priyana

Selain  berhasil menggagalkan pemesanan sabu dari  napi Lapas, Satreskoa Lamongan juga mengungkap peredaran pil Koplo jenis Karnopen, pil double L, sabu.

“Secara keseluruhan yang berhasil diungkap oleh Satreskoba dalam beberapa hari  terakhir sebanyak 6 kasus dengan tersangka sebanyak 12 orang”, papar Kapolres Harun.

Diantara ke 12 tersangka tersebut adalah berinisial  RJ, SO, warga Desa Kranji Kecamatan  Paciran, SO warga Desa  Sugihan Kecamatan Solokuro,MHK  warga Desa Sumari Gresik, MIS, MA  warga Desa Kranji Paciran.

Tersangka yang diduga mengkonsumsi dan memperjualbelikan narkoba dan obat terlarang, Rabu (18/03).

Tersangka lainya adalah berinisial AH warga Desa Weru Kecamatan Paciran, YL warga Ngablak, AS warga Desa Glugu Kecamatan Deket, MN warga Desa Made Kecamatan Lamongan. NF, KZ, AJ Desa Kranji Paciran.

Kini seluruh tersangka tersebut harus mendekam di sel tahanan Polres Lamongan sembari  menjalani proses hukum hingga dilimpahkan ke Kejaksaan untuk digelar dipersidangan di Pengadilan.

“Atas perkara ini, tersangka kita kenakan pasal 112 dan 114 UU RI No.35 tentang Narkotika mengkonsumsi  dan juga memperjual belikan Narkotika di luar jenis tanaman dengan ancaman 5 tahun penjara maksimal 20 tahun. Kemudian pil double L daftar G pasal 197 UU RI Nomer 36 tentang kesehatan”, pungkas Harun. (amru/huda).

Bagikan melalui :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •   
  •   
  •   
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan