Masyarakat Indonesia Dilanda Kepanikan

Masyarakat Indonesia dilanda kepanikan seusai ada berita ditemukan korban virus corona dan mereka pun bertindak di luar nalar.

kilasmetro.com – Sejak Presiden Joko Widodo mengumumkan dua warga Depok positif terinfeksi virus Corona (Covid-19), Senin (02/03/2020). Sejak pengumuman tersebut, masyarakat banyak menyerbu apotek, dan juga toko sembako. Di apotek, mereka panik dan membeli barang-barang kebutuhan kesehatan khususnya obat-obatan, masker, dan juga hand sanitizer. Di toko sembako mereka membeli kebutuhan pokok atau sembako, makanaan instan, minuman kemasan, hingga keperluan bayi, secara berlebihan.

          Sejak pertama kali Presiden Joko Widodo mengumumkan terkait hal tersebut hingga saat ini tanggal (21/3/2020). Masyarakat Indonesia semakin menggila untuk membeli kebutuhan tersebut. Hingga di beberapa apotek kehabisan stock hand sanitizer, alcohol, dan juga vitamin. Karena terlalu banyak permintaan konsumen akan hal tersebut maka harga masker, hand sanitizer, dan juga vitamin dinaikkan 2 kali lipat dari harga normal. Namu hal itu tidak menghalangi masyarakat untuk tetap membeli kebutuhan tersebut.

          Tak hanya itu, persediaan sembako juga semakin menipis di setiap daerah, dikarenakan masyarakat yang selalu membeli persediaan sembako secara berlebihan. Hal ini berakibat akan  mahalnya harga sembako. Akibat dari hal ini juga sangat berdampak dikalangan masyarakat yang kurang mampu. Sehingga banyak sekali masyarakat yang kurang mampu bisa membeli kebutuhan sembako, dikarenakan harga sembako yang melonjak sangat tinggi 2 kali lipat dari biasanya.

          Hal tersebut mengakibatkan kelangkahan dan kenaikan harga pada harga kebutuhan pokok sembako, makanan, masker, hand sanitizer, dan juga vitamin. Hal ini sangat menyusahkan masyarakat yang kurang mampu. Akibat dari kepanikan masyarakat banyak orang-orang yang memanfaatkan momen ini menjadi ajang mencari uang dengan cara menaikan harga hand sanitizer yang tidak wajar, tak hanya itu harga masker juga mengalami kenaikan yang tidak wajar dari harga sebelumnya, hal ini sangat berdampak bagi kalangan yang kurang mampu untuk membeli masker, dan juga hand sanitizer.

          Direktur Indef Enny Sri Hartati menilai respons masyarakat melakukan panic buying ini merupakan hal yang lumrah. Pasalnya, masyarakat terserang dampak psikologis besar dari masuknya corona di Indonesia. Menurutnya, fenomena tersebut terjadi karena masyarakyat merasa kaget atas pengumuman masuknya virus corona ke Indonesia. Pengumuman tersebut cukup bertentangan dengan kepercayaan diri pemerintah bahwa virus corona belum masuk ke Indonesia.

          Bisa disimpulkan disini bahwa kepanikan (panic buying) yang dialami oleh masyarakat Indonesia merupakan hal yang lumrah, karena sebelumnya masyarakat Indonesia berfikiran bahwa virus ini tidak akan masuk ke Indonesia, akibat dari kepercayaan tersebut maka masyarakat Indonesia merasa aman. Kemudian  Presiden mengumumkan bahwa virus tersebut sudah masuk Indonesia dan kemudian, masyarakat panik dan melakukan hal menimbun kebutuhan pokok, masker, hand sanitizer dan juga obat-obatan. Namun hal ini berpengaruh pada perekonomian Indonesia dikarenakan harga kebutuhan pokok melonjak dua kali lebih mahal dari sebelumnya. Tak hanya itu hal ini mengakibatkan banyak sekali masyarakat yang kurang mampu kesulitan untuk membeli persediaan kebutuhan pokok.

Create J : Alfiyani Auliyah Mubarokah, Fakultas Ekonomi Bisnis – Universitas Muhammadiyah Malang

Publish : Moch. Nuril Huda

Bagikan melalui :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •   
  •   
  •   
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan