Cegah Merebaknya Covid-19, Tahapan Verifikasi Faktual Cabup Jalur Independen Di Tunda

Ketua KPU Kabupaten Lamongan Makhrus Ali.

LAMONGAN | kilasmetro.com – Tahapan pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Lamongan pada Pilkada 23 September mendatang harus mengalami penundaan. Penundaan tersebut terutama pada tahapan verifikasi yang langsung bersentuhan dengan masyarakat. Hal ini dengan tujuan untuk mencegah merebaknya virus corona atau covid-19.  

“Tahapan Pilkada yang ditunda diantaranya verifkasi faktual dukungan Calon Bupati yang berangkat dari jalur perseorangan atau independen, pemutakhiran data pemilih dan pembentukan PPDP”, kata Ketua KPU Lamongan, Makhrus Ali, Selasa (24/03) siang.

Menurutnya dasar dari penundaan sejumlah tahapan Pilkada Lamongan tersebut ada;ah Keputusan Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia Nomor: 17 9 I PL -O2 -Kpt / O L / KPU / ill / 2O2O Tentang Penundaan Tahapan pemilihan Gubernur dan wakil Gubernur, Bupati dan wakil Buplti, dan/atau waliKota dan wakil waliKota Tahun 2o2o dalam upaya pencegahan Penyebaran Covid-19.

“Maka tahapan yang bersentuhan dengan masyarakat dilakukan penundaan, terkait ditunda hingga kapan, kita juga akan menunggu petunjuk selanjutnya dari KPU RI”, tegas Mahrus, panggilan Mahrus Ali.

Seperti diketahui dalam Pilkada Lamongan 2020, pasangan Ir Suhandoyo dan Drs Mohammad Su’uddin yang resmi mendaftar ke KPU Lamongan dari jalur perseorangan atau independen.

“Kami dan kawan-kawan semua masyarakat Kabupaten Lamongan ingin menyerahkan berkas berjumlah 92.950 dukungan kepada Bapak Ketua KPU beserta komisioner lainnya juga kepada Sekretaris KPU”, kata Ir. H. Suhandoyo Seno Putro, Kamis (20/02) lalu.

Datang dengan Lamongan Kompak dan Ketua DPC Partai Nasdem H. Kaharudin beserta kadernya, Suhandoyo memohon bantuan kepada Bawaslu Kabupaten Lamongan nanti dalam hal melakukan verifikasi. Dia sangat percaya dengan sepenuh-penuhnya kepada KPU didalam meneliti berkas-berkas yang ada, agar pelaksanaan pesta demokrasi pada tanggal 23 September yang akan datang dapat berjalan dengan lancar.

“Kami yakin berkas tersebut merupakan perwakilan dari pada masyarakat, meski ini juga terdapat satu kekurangan dan kelemahan. Kami yakin nanti didalam verifikasi juga akan terjadi kekurangan kepada petugas. Maka dari itu kami sungguh sangat berharap bahwa semuanya bisa kita selesaikan dengan cara kita. Yakni cara Pancasila yaitu musyawarah mufakat dengan sebaik-baiknya tidak dengan cara-cara yang lainnya”, ujarnya.  

Kader senior PDI-Perjuangan tersebut sangat berharap kerjasama dari KPU dan Bawaslu secara bersama-sama, sehingga akan mencapai puncaknya kebersamaan masyarakat Kabupaten Lamongan dalam pelaksanaan Pilkada betul-betul damai.

“Agar nantinya masyarakat Lamongan menjadi bersatu kita teguh bercerai kita runtuh, crah agawe bubrah rukun agawe sentosa, maka itulah hastag kami Lamongan menjadi kompak”, tandasnya. (huda).

Bagikan melalui :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •   
  •   
  •   
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan