Pelapor Dipanggil Kejari Gresik, Dijejali Pertanyaan Siapa Yang Diduga Selewengkan Dana PUAP 2011 Desa Petis Benem

Kejaksaan Negeri (Kejari) Gresik.

GRESIK | kilasmetro.com – Laporan dugaaan penyelewengan dana bantuan Pengembangan Usaha Agribisnis Pedesaan (PUAP) tahun 2011 oleh Pengurus Gapoktan Desa Petis Benem, Kecamatan Duduksampeyan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Gresik memasuki tahap pemanggilan pelapor.  

“Kami berdua dipanggil pihak Kejari Gresik, Selasa (24/03) kemarin dalam tahapan BAP (Berita Acara Pemeriksaan). Namun tanpa melalui Surat Dinas hanya melalui telpon seluler”, kata Supriadi kepada awak media kilasmetro.com, Jumat (27/03).

Supriadi menjelaskan, dirinya bersama Moch. Amin duduk berdampingan dan mendapat beberapa pertanyaan yang sama terkait laporan dugaan PUAP 2011.

“Karena kita duduk berdampingan dan pertanyaan dari pihak Kejari Gresik juga sama. Ya, kami dijejali pertanyaan seputaran mengetahui anggaran  PUAP berasal dari mana. Dan Siapa yang diduga menyelewengkan dana tersebut”, ujarnya.      

Menurutnya, pertanyaan yang disampaikan oleh pihak Kejari Gresik sangat mudah karena pihaknya telah menguasai materi dan data terkait pengelolaan dana PUAP 2011 yang diduga telah diselewengkan.    

Sementara, Moch. Amin sangat berharap kepada Kejari Gresik untuk melakukan tindak lanjut dalam proses Penyelidikan dan Penyidikan sesuai dengan hukum acara serta peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia atas laporannya.

“Harapan kami pihak kejaksaan menindaklanjuti laporan tersebut sesuai hukum dan perundang-undangan yang ada. Yakni terkait dugaan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau korporasi dalam pengelolaan dana PUAP tahun 2011 yang dilakukan oleh Pengurus Gapoktan”, tegasnya.

Sebelumnya, Kaur TU Kejari Gresik Arifin membenarkan, bahwa Moch. Amin telah menyerahkan berkas laporan kepada pihaknya pada Jumat (27/12) siang.

“Iya mas, Jumat kemarin sekira pukul 13.00 WIB, Moch. Amin telah menyerahkan berkas laporan. Dan kebetulan yang menerima berkasnya saya. Saat ini berkas laporan tersebut sudah di meja Kepala Kejari Gresik untuk mendapatkan disposisi proses selanjutnya”, terang Arifin. (red).

Bagikan melalui :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •   
  •   
  •   
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan