Kejari Lamongan Tanggapi Eksepsi Secara Online, Memangnya Kenapa ?

Kejaksaan Negeri Lamongan.

KILASMETRO|LAMONGAN – Kejaksaan Negeri (Kejari) Lamongan akan menanggapi jawaban eksekpsi yang disampaikan, Rabu (18/03)  di Pengadilan Tipikor Surabaya oleh penasehat hukum Irwan Setyadi terdakwa perkara korupsi dana hibah Pilkada KPU Lamongan tahun 2015.

Namun pihak Kejari Lamongan akan menanggapi eksepsi tersebut tidak hadir secara langsung melainkan melalui sidang online atau teleconference karena kondisi mewabahnya virus corona atau covid-19 di Indonesia khususnya Surabaya.  

“Karena mewabahnya covid-19, apalagi Surabaya masuk dalam wilayah zona merah penyebarannya. Jadi Rabu (01/04) besok kita sidang online atau teleconference atas perkara korupsi dana hibah Pilkada KPU Lamongan tahun 2015 dalam agenda menanggapi jawaban eksepsi dari penasehat hukum terdakwa Irwan Setiadi”, kata Kasi Pidsus Kejari Lamongan, Muhammad Subhan kepada awak media, Selasa (31/03).

Karena menjalani sidang online, jelas Subhan, masing-masing pihak terkait pada sidang perkara korupsi dana hibah Pilkada KPU Lamongan tahun 2015 berada di ruangan yang berbeda pada waktu di waktu yang sama..

“Rencananya sidang besok, kita di Aula Kejaksaan Negeri Lamongan, sedangkan terdakwa di rutan  dan majelis hakim berada di Pengadilan Tipikor Surabaya. Dan kayaknya sih terbuka untuk umum, barang kali mau diliput”, tandasnya.   

Sebelumnya, Nihrul Bahi Al Haidar penasehat hukum terdakwa, menegaskan surat dakwaan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Lamongan tidak Jelas, tidak cermat dan tidak lengkap.  

“Keputusan BPK itu masih dilaksanakan sampai hari ini, dan belum dicabut, sehingga seharusnya terdakwa tidak bisa di Pidana. Secara keseluruhan surat dakwaan yang dibuat Penuntut Umum tidak Jelas, tidak cermat dan tidak lengkap. Oleh karena itu dakwaan dari Penuntut Umum tidak dapat diterima”, pungkas Gus Irul panggilan Nihrul Bahi Al Haidar. (koko).

Bagikan melalui :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •   
  •   
  •   
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan