Komisi D : Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 dan Rujukan Buka Semua Informasi Selebar-lebarnya

Somad, Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Lamongan.

KILASMETRO|LAMONGAN –  Ketua Komisi D DPRD Lamongan meminta Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 dan RSUD Dr Soegiri Kabupaten Lamongan agar selalu membuka semua informasi selebar-lebarnya pasca diumumkannya 9 (sembilan) orang Lamongan yang diduga positif covid-19 dari hasil rapid test laboratorium Unair oleh Jubir Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Lamongan dr.Taufik Hidayat, dalam konfrensi pers di Pendopo Lokatantra Lamongan.

“Lha sekarang kita pun kaget ” kok ujug ujug ono songo ” (red_kok tiba-tiba ada sembilan). Kami menduga masih banyak informasi yang belum terpublis. Hal inilah yang sangat kami sesalkan dan sayangkan sikap tim gugus tugas covid-19 yang menutup akses informasi itu. Ketika sudah ada sembilan orang yang dinyatakan positif oleh hasil rapid test lab Unair, baru keluar pengumuman itu”, kata Ketua Komisi D Somad kepada sejumlah awak media, Rabu (01/04).

Menurutnya, masyarakat harusnya diberikan kabar yang seterang-terangnya dan informasi yang sejelas jelasnya. Sehingga masyarakat bisa antisipasi secara mandiri lebih berhati-hati dalam berkomunikasi, bisa jaga jarak dan menjaga kesehatan masing-masing di rumah.

Dia berharap Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Lamongan, Pak Bupati, Pak Sekda, dan pihak Rumah Sakit Dr.Soegiri sebagai rujukannya untuk memberikan informasi yang setulus-tulusnya dan selebar-lebarnya, jangan sampai ada yang ditutup tutupi.

“Kita gak boleh terpasung pada pencitraan bahwa Lamongan itu aman dan sebagainya, karena ini wabah. Mungkin ke depan kawan-kawan Komisi D sebagai mitra bidang kesehatan akan meminta informasi pada pihak terkait”,tegasnya.

Kemarin, sambung Somad, dirinya sempat meminta informasi melalui pesan Whatsapp kepada dr. Taufik Hidayat sebagai Jubir Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Lamongan sekaligus Kepala Dinas Lamongan, namun jawabnya sangat lambat.

“Bahkan kemarin kita juga WA menanyakan tentang perkembangan di RSUD Dr. Soegiri, namun ya gitu formal-formal aja jawabannya. Jadi kita pun sulit mengakses berita informasi yang akurat”, terangnya.

Dan ditegaskan Somad, pihaknya khawatir dan menduga jika para perawat dan atau tenaga medis lainnya di RSUD Dr. Soegiri juga terpapar virus. “Ini harus dibuka secara terang-benderang dan Pak Anas Direktur RSUD Dr. Soegiri harus memberikan informasi sedetail-detailnya. Kita butuh informasi yang jelas terkait tim medis yang ada di RSUD Dr.Soegiri, karena mereka adalah garda terdepan melawan wabah covid-19”, tandasnya.

Secara terpisah dr.Taufik Hidayat Kepala Dinas Kesehatan Lamongan selaku Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Lamongan, mengatakan bahwa swap ulang yang dilakukan oleh pemerintah pusat adalah untuk lebih memastikan positif atau tidak.

“Positifnya itu baru di tingkat provinsi, dan itu belum sah ketika belum keluar hasil dari pusat. Karena begini, walaupun dari lab di Provinsi Jatim itu positif, bisa juga nanti dari hasil lab di Jakarta negative”, kata dr.Taufik.

Lebih lanjut dikatakan Taufik, orang yang dinyatakan positif bisa berkurang dari 9, tetapi bisa juga lebih dari 9 orang. “Kita kan kirim 30 orang untuk di-swap ke pusat, nah itu bisa juga nanti positifnya tidak 9, tapi dari pusat bisa lebih dari 9, karena kita kirim 30 untuk di-swap”, terangnya.   

Jadi kepastiannya, sambung dr. Taufik, tunggu hasil lab dari pusat, mudah-mudahan nanti malam ini dapat kepastian hasil swab test dari Jakarta. “Yang terpenting pencegahan tetap dilakukan tanpa menunggu hasilnya seperti apa. Artinya kita antisipasi kemungkinan terjelek”, pungkasnya. (p.koko).

Bagikan melalui :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •   
  •   
  •   
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan