Pasien Status PDP Di Lamongan Kembali Meninggal Dunia

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Lamongan dr Taufik Hidayat,

KILASMETRO|LAMONGAN – Satu orang pasien dengan status Pasien Dalam Pengawasan (PDP) terkait virus corona di Lamongan meninggal dunia. Korban masih usia 10 tahun dan punya penyakit bawaan dan baru beberapa jam masuk ke RSUD dr Soegiri Lamongan.

Diketahui sebelumnya, pada Jumat (03/04) kemarin. Salah satu PDP yang baru pulang dari Bandung, Jawa Barat, asal Desa Turi, Lamongan yang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Soegiri meninggal dunia. Sehingga, sampai saat ini tercatat 2 pasien dengan status PDP di Lamongan yang meninggal dunia.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Lamongan dr Taufik Hidayat membenarkan kalau ada pasien dengan status PDP di Lamongan yang masih anak-anak meninggal dunia.

“Korban anak-anak berjenis kelamin laki-laki tersebut, sempat menjalani perawatan di rumah sakit selama beberapa jam sebelum meninggal dunia. Ada riwayat sakit bawaan yang cukup berat”, kata Taufik, Minggu (5/4/2020).

PDP tersebut diketahui berasal dari Sidoarjo dan pulang ke Lamongan dalam kondisi sakit. Karena berasal dari daerah zona merah, sehingga statusnya adalah PDP.

“Korban sebelumnya sudah sakit di Sidoarjo dan sudah dirawat, kemudian dibawa keluarga pulang ke Lamongan. Setiap orang dengan kondisi berat dan dari daerah terjangkit itu pasti kita masukkan kategori PDP,” terang Taufik.

Lebih jauh, Taufik mengatakan, pihaknya juga sudah mengambil sampel untuk dimintakan tes swab. Dan swab test sudah dikirimkan ke Laboratorium di Surabaya dan ke Laboratorium Balitbangkes Kemenkes.

“Sudah kami mintakan swab ke Lab Unair dan dikirim ke Balitbangkes Kemenkes tapi hasilnya masih harus menunggu”, tandasnya.

Secara terpisah, Subbag, Hukum, Organisasi dan Pemasaran RSUD Dr. Soegiri Lamongan Budi Wignyo S, mengatakan pasien dengan status PDP berusia 10 tahun yang meninggal dunia tersebut belum sempat masuk ruang perawatan.

“Pasien berusia 10 tahun itu warga Kecamatan Kedungpring, pindahan dari RS Karangkembang Babat masuk IGD Sabtu (04/04) sore. Ya, memang pasien belum sempat dipindah ke ruang perawatan”, jelas Budi Wignyo S.

Kemudian pasien itu, sambung Budi panggilan Budi Wignyo S, meninggal dunia di ruang isolasi IGD RSUD Dr Soegiri Lamongan. “Pasien itu meninggal dunia Minggu (05/04) pukul 01.30 WIB”,paparnya.

Dia juga menghimbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten Lamongan agar mengikuti anjuran dan instruksi pemerintah. “Jaga kondisi tubuh, jangan lupa jalankan perilaku hidup bersih dan sehat dengan membiasakan cuci tangan”, pungkasnya. (koko).  

Bagikan melalui :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •   
  •   
  •   
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan