Anggota DPRD Fraksi PKB Kembali Penuhi Panggilan Polres Lumajang

Kasat Reskrim Polres Lumajang AKP Masykur saat dikonfirmasi awak media.

KILASMETRO|LUMAJANG – Polres Lumajang kembali melakukan pemanggilan anggota DPRD Kabupaten Lumajang Fraksi PKB sebagai saksi atas dugaan pelecehan yang dilakukan oleh Bupati Thoriqul Haq terhadap wartawan Memo Timur M.Choir.

Setelah sebelumnya Ketua PKB sekaligus Ketua DPRD Lumajang Anang Akhmad Syaifuddin, kali ini Azoman Nur Fajar Pratama salah satu anggota legislatif dari Fraksi yang sama juga dipanggil Polres Lumajang sebagai saksi lantaran ada didekat Bupati Thoriqul Haq ketika melontarkan kata-kata yang dinilai melecehkan wartawan Memo Timur (MOTIM).

Azoman Nur Fajar Pratama  dalam panggilannya yang pertama sebagai saksi terlapornya Bupati Thoriqul Haq ia tidak bisa hadir, namun dipanggilan berikutnya, Kamis (09/04) dirinya hadir sekitar pukul 8.00 WIB lebih awal dari undangan Polres Lumajang pukul 9.00 WIB

Namun awak media tidak mendapatkan konfirmasi dari anggota DPRD Lumajang Fraksi PKB Azoman panggilan dari Azoman Nur Fajar Pratama. Karena sebelum pukul 11.00, dia sudah keluar meninggalkan ruang Unit Pidana Korupsi usai dimintai keterangan oleh penyidik Polres Lumajang.

“Ada 36 pertanyaan dari penyidik pada Azoman dimana 28 pertanyaan diantaranya materi pokok. Ya lamanya sekitar 3 jam”, ungkap Kasat Reskrim Polres Lumajang AKP Masykur kepada sejumlah awak media.

Materi pertanyaan yang diberikan, menurutnya fokus untuk menggali dengan peristiwa dugaan pencemaran nama baik seperti dilaporkan Mujibul Choir (wartawan Memo Timur). “Terkait dengan apa yang dia ketahui terkait dengan statement daripada kader PKB (Thoriqul Haq) pada saat itu”,  ucapnya.

“Yang intinya yang bersangkutan mengetahui yang disampaikan itu”,  lanjutnya. Namun terkait maksud dan tujuan bupati melontarkan kata-kata itu, Azoman mengaku tidak tahu.

“Dalam artian tidak ada semacam pembicaraan sebelumnya. Nampaknya itu adalah hal pribadi dan spontan. Mungkin simpati terhadap kader lainnya”,  kata AKP Masykur.

Ditanya apakah ada materi pertanyaan sampai pada akar masalah, Kasat Reskrim menegaskan tidak sampai sejauh itu. “Terkait akar masalah, kami tidak menjadi pertanyaan. Karena itu beda kasus menurut kami. Jika akar masalah kalau kami gali akan membias dan tidak fokus pada peristiwa seperti bukti petunjuk video”, jelasnya.

Setelah pemanggilan Azoman, menurut Kasat Reskrim tidak menutup kemungkinan ada saksi lainnya yang akan dipanggil. Tergantung pembahasan di internal pihaknya.

“Nanti kita sampaikan lebih lanjut apakah masih perlu ada keterangan dari saksi lain. Ini kan sifatnya klarifikasi. Kita komunikasikan nanti untuk bisa menentukan kira-kira apa perlu ada saksi lain atau tidak”, terangnya ketika ditemui wartawan di ruangannya.

Bahkan bisa saja kata dia, ada saksi dari kalangan wartawan yang hadir dalam waktu kejadian untuk dimintai keterangan juga. “Mungkin dari rekan (wartawan) yang ikut pers rilis saat itu kami undang. Jika kami butuh tambahan dari saksi eksternal PKB”, tambahnya.

Ditanya apakah perkara ini masih lama untuk naik tingkat  penyidikan,  “Kita upayakan, ini kan situasionalnya seperti ini (red_pandemi Covid-19)”,  pungkasnya. (end/riaman)

Bagikan melalui :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •   
  •   
  •   
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan