Banjir Melanda Kalitengah, Pemdes Kediren Minta Warganya Tetap Tenang

Kepala Desa Kediren Drs Sudja'i bersama Babinsa Serma Marsudi dan perangkat desa.

KILASMETRO|LAMONGAN – Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang masih ganas penyebarannya di Indonesia saat ini termasuk di Kabupaten Lamongan, membuat semua pihak prihatin.  

Ditengah masih maraknya wabah covid-19 ditambah banjir yang melanda wilayah Kecamatan Kalitengah, Lamongan, Kepala Desa (Kades) Kediren Drs. Sudja’i meminta warganya untuk tetap tenang.

“Kami meminta semua warga tetap tenang. Mari tetap jaga kesehatan dengan tetap melaksanakan perilaku hidup bersiih dan sehat (PHBS), taati himbauan pemerintah untuk tetap jaga jarak namun kepedulian tetap diupayakan”, ujar Drs. Sudja’I kepada awak media, Senin (13/04).

Selain melakukan penyemprotan desinfektan ke rumah-rumah warga dan fasilitas umum, lanjut Sudja’i, pihaknya juga mendirikan posko covid-19 serta berencana mendirikan ruang isolasi terhadap warga yang baru datang dari perantauan. “Posko dan ruang isolasi tersebut penting untuk memutus mata rantai penyebaran”, jelasnya.

Meski desanya tidak terdampak banjir, sambung Kades Kediren, warganya diharapkan tetap waspada karena ada dampak yang harus diwaspadai selain penyebaran covid-19.

“Selain virus corona, ada serangan penyakit yang harus tetap kami waspadai ditengah musim penghujan yakni demam berdarah. Kami sangat berharap permasalahan ini cepat selesai dan bisa beraktifitas seperti biasanya”, tandasnya.    

Sementara, Babinsa Kediren Koramil Kalitengah Serma Marsudi menghimbau kepada masyarakat warga Desa Kediren untuk bekerjasama membantu Tim Relawan Desa dalam melawan Covid-19, salah satunya tetap di rumah jika tidak ada hal-hal yang penting.

“Mari kita bantu pemerintah dengan mengikuti himbauan dengan tetap tinggal di rumah saja dan hindari kerumunan dan tidak bepergian yang jauh”, kata Marsudi.

Disisi lain, Camat Kalitengah Sudjirman Sholeh menyampaikan, bahwa terdapat 8 (delapan) desa di wilayah Kecamatan Kalitengah yang terdampak banjir dan ratusan rumah terendam banjir.

“Delapan desa tersebut diantaranya, Desa Tiwet, Desa Jelakcatur, Desa Blajo, Desa Gambuhan, Desa Bojoasri, Desa Somosari, Desa Pucangtelu, dan Desa Pucangro. Sedangkan rumah yang terendam banjir sekitar 391 rumah dengan jumlah kepala keluarga sekitar 490”, terang Sudjirman Sholeh.

Adanya banjir, menurutnya, memberikan dampak positif dan negatif bagi masyarakat di wilayah Kecamatan Kalitengah. “Dengan tergenangnya jalan desa ditengah maraknya wabah covid-19, mereka bisa tetap di rumah dan/atau isolasi secara mandiri. Namun dampak lainnya yang pasti yakni menurunya roda perekonomian. Selain itu mereka juga tetap harus waspada penyakit demam berdarah yang biasanya muncul di musim penghujan”, pungkasnya. (koko).

Bagikan melalui :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •   
  •   
  •   
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan