Banjir Rendam 7.461 Rumah di Lamongan Ditengah Wabah Covid-19, Ini Yang Dilakukan Forkopimda

Dandim 0812/Lamongan Letkol Inf Sidik Wiyono saat mendampingi Bupati Lamongan Fadeli meninjau beberapa desa yang terdampak banjir.

KILASMETRO|LAMONGAN – Hujan deras yang telah mengguyur beberapa hari terakhir menyebabkan sejumlah wilayah di Kabupaten Lamongan terendam banjir. Data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lamongan menunjukkan, banjir telah merendam 7.461 rumah di 67 desa yang tersebar di 12 kecamatan.

Banyaknya desa yang terendam banjir di tengah wabah virus corona atau Covid-19 ini, Bupati Lamongan, H Fadeli SH MM meminta warganya untuk tetap tenang. Menurutnya, Pemkab Lamongan telah mengerahkan sekuat tenaga agar banjir ini secepatnya surut.

“Saya minta kepada warga supaya tetap menjaga kesehatannya. Sekarang kita sedang disibukkan virus corona, sekarang di tambah banjir. Mari tetap jaga kesehatan dan guyub rukun”, kata Fadeli, disela meninjau lokasi banjir bersama Wabup Kartika Hidayati, Kapolres AKBP Harun, Dandim 0812 Letkol Inf Sidik Wiyono, di Desa Tiwet, Kecamatan Kalitengah, Senin (13/4).

Fadeli mengatakan, untuk menangani banjir di 12 kecamatan, saluran yang menuju Gresik, di sluice Tambak Ombo akan dibuka semuanya. Selain itu, Pemkab Lamongan juga akan menambah jumlah pompa di Melik dan Kuro. “Untuk pertambahan pompa itu pasti. Nanti saya minta bantuan ke BPBD Provinsi Jatim untuk membantu mempercepat pembuangan air ini”,  ungkapnya.

Selain menyiapkan langkah strategis dalam mengatasi banjir, lanjutnya, Pemkab Lamongan juga memberikan bantuan berupa sembako ke masyarakat kurang mampu yang terdampak banjir. Pemkab juga telah menyiapkan beras sebanyak dua ton.

“Kebutuhan beras Insya Allah tercukupi. Pak Kapolres dan jajarannya memberikan bantuan sembako, memberikan perhatiannya kepada masyarakat terdampak banjir. Sembako dari Bhayangkari, anggota Kodim tidak hanya dari BPBD”, jelasnya.

Sementara itu, Kepala BPBD Kabupaten Lamongan, Mugito menjelaskan, akibar banjir yang telah merendam 7.461 rumah di 67 desa di 12 kecamatan itu, total ada ribuan jiwa yang terkena dampak banjir. Dari 12 Kecamatan tersebut, kecamatan yang paling parah terdampak banjir ada di Kecamatan Turi dengan tujuh desa. “Rumah yang terdampak ada 710 rumah, dan jiwa yang terdampak ada 3.991 jiwa”, terangnya.

Lebih lanjut dikatakan Mugito, di Kecamatan Karangbinangun terdapat tujuh desa yang berakibat 254 rumah dan jiwa 771 yang terdampak. Glagah 56 desa, 322 rumah, 1222 jiwa. Kalitengah delapan desa, 325 rumah, 1403 jiwa. Sukodadi 10 desa, 10 rumah dan 168 jiwa.

Sedangkan di wilayah tengah, di Kecamatan Kota Lamongan, terdapat tujuh desa, 125 rumah, dan 370 jiwa. Deket 364 rumah dan 1.271 jiwa. Untuk di wilayah selatan, ada empat kecamatan yang terdampak banjir, yakni Kecamatan Tikung, Modo, Kedungpring, dan Kembangbahu.

“Di Kecamatan Modo ada 13 rumah, tanggul irigasi jebol di Sidomulyo, Kedungpring empat desa, 128 rumah, 384 jiwa, Kembangbahu dua desa, 24 rumah, 72 jiwa, dan Tikung, tiga desa, menggenangi lahan pertanian”, jelas Mugito.

Mugito menyebut, banjir di Lamongan tahun ini lebih besar dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. “Sejak 7 April telah terjadi hujan yang curah cukup tinggi itu yang menyebabkan banjir”, tandasnya. (pendim0812/koko).

Bagikan melalui :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •   
  •   
  •   
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan