Terkait Pembangunan Drainase Dusun Lembung Lor Desa Tunjungmekar, Timlak dan PDTI Kalitengah Tegaskan Hal Ini

Kepala Desa Tunjungmekar Suparlan dan Sekdes bersama Ketua Timlak Faizin Pembangunan drainase Dusun Lembunglor saat ditemui awak media.

KILASMETRO|LAMONGAN –  Pembangunan drainase belakang rumah Dusun Dusun Lembung Lor, Desa Tunjungmekar, Kecamatan Kalitengah, Kabupaten Lamongan yang melalui dana desa tahun 2020 sudah sesuai petunjuk teknis (juknis) penggunaan dana desa.

Menurut Faizin selaku Ketua Timlak, bahwa pembangunan drainase belakang rumah Dusun Lembung Lor, Desa Tunjungmekar telah melalui musyawarah desa.

“Pelaksanaan pembangunan drainase belakang rumah di Dusun Lembung Lor sepanjang 146 meter tersebut telah sesuai dengan RAB (Rencana Anggaran Biaya). Selain itu, saya yakin pengerjaan drainase tersebut juga sudah sesuai dengan prosedur dan aturan penggunaan dana desa”, ungkap Faizin kepada awak media kilasmetro.com, Kamis (15//04).

Karena pembelian seluruh material, sambung Faizin, untuk pembangunan drainase tersebut di toko bangunan wilayah Desa Tunjungmekar. “Dan hal ini sudah sesuai dengan tujuan dan manfaat program dana desa digelontorkan pemerintah melalui APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) setiap tahunnya, yakni meningkatkan roda perekonomian desa”, tegasnya.

Ditempat terpisah, Tabah selaku Pendamping Desa Teknik Infrastruktur (PDTI) Kalitengah, menyatakan bahwa pembangunan drainase belakang rumah di Dusun Lembung Lor, Desa Tunjungmekar sudah sesuai juknis (petunjuk teknis) penggunaan dana desa.

“Secara teknisnya, pembangunan drainase tersebut sudah sesuai dengan juknis penggunaan dana desa. Karena untuk pengadaan materialnya itu mengandalkan toko bangunan di desa mereka sendiri, begitu juga tenaga kerjanya”, aku Tabah yang telah meninjau pengerjaan pembangunan drainase tersebut bersama Kasi Ekbang Kecamatan Kalitengah Hari Nurrohman.

Sesuai dengan Perbup yang ada, imbuh Tabah, kalau memang pengerjaan pembangunan drainase tersebut jika belum selesai secara otomatis bisa di revisi ulang. “Semua itu kan harus menyesuaikan dengan yang ada di lapangan yang sudah terbangun. Apakah itu revisi ulang pekerjaan atau revisi RAB nya. Misalkan dengan cara batu belah kita kasih plesteran biar kekuatannya bisa maksimal”, terangnya.

Sementara, Camat Kalitengah Sudjirman Sholeh, menyampaikan terdapat beberapa desa mengalami kendala pelaksanaan pembangunan bidang infrastruktur dikarenakan air merendam delapan desa wilayah Kecamatan yang menjadi langganan banjir setiap tahunnya.

“Ada delapan desa harus tertunda dalam melaksanakan pembangunan infrastruktur. Sedangkan desa lainnya tetap menjalankan pembangunan meski ditengah terpaan wabah virus corona. Seperti Desa Tunjungmekar dan besok Desa Dibee juga mulai melaksanakan pembangunan”, urainya.

Sudjirman panggilan Sudjirman Sholeh menegaskan, penyerapan anggaran dana desa di wilayahnya selama ini sudah sesuai petunjuk teknis penggunaan dana desa. “Namun apabila pembangunan itu masih dalam tahap proses pengerjaan, kan masih bisa direvisi ulang baik pekerjaan maupun RABnya”, tandasnya usai menjalankan teleconference dengan Dinas PMD Lamongan.

Perlu diketahui bersama, dalam melaksanakan pembangunan baik bidang infrastruktur maupun bidang pemberdayaan masyarakat, Pemerintah Desa (Pemdes) Tunjungmekar, Kecamatan Kalitengah, Lamongan selalu mengedepankan transparansi mengenai pengelolaan keuangan desa yang akan digunakan. 

Papan Info Grafis APBDes 2020 yakni informasi pengelolaan keuangan desa.

Menurut Kepala Desa (Kades) Tunjungmekar Suparlan, dengan memberikan informasi pengelolaan keuangan desa kepada seluruh masyarakatnya secara transparan melalui papan info grafis dan terpasang di Balai Desa merupakan bagian menjalankan Permendagri No. 20 tahun 2018 dan Peraturan Komisi Informasi No. 1 tahun 2018. Salah satunya dengan menginformasikan penggunaan anggaran dana desa (DD) ditahun 2020. 

“Tahun 2020, desa kami digelontor pemerintah berupa anggaran dana desa sebesar Rp. 696.110.000,- (Enam ratus Sembilan puluh enam juta seratus sepuluh ribu rupiah) untuk pembangunan bidang infrastruktur dan pemberdayaan masyarakat sesuai hasil musyawarah desa”, kata Suparlan.

Ditahap pertama, lanjut Suparlan, desanya telah menyerap anggaran dana desa sebesar 40% untuk penggunaan bidang infrastruktur yakni PJU (penerangan jalan umum), drainase depan rumah RT.01 RW.01, pemedelan bahu jalan, drainase belakang rumah dan bidang pemberdayaan masyarakat dengan melaksanakan pelatihan menjahit.

“Kelima program pembangunan tersebut sudah terlaksana, sedangkan PJU pihak PLN Lamongan masih mengalami kendala pengiriman tiang karena adanya banjir dan bencana non alam virus corona”, pungkas Kades Tunjungmekar. (tris/koko).

Bagikan melalui :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •   
  •   
  •   
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan