“Physical Distanting”, Pembagian Sembako Ala Kejari Lamongan Ditengah Masa Sulit

Kepala Kejaksaan Negeri Lamongan Dr. Diah Yuliastuti, SH, MH berikan sembako kepada masyarakat setempat.

KILASMETRO|LAMONGAN – Ganasnya wabah Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) tak hanya memberikan dampak kesehatan bagi seluruh rakyat Indonesia saja tetapi juga perekenomian termasuk di wilayah Kabupaten Lamongan. 

Dampak tersebut mengetuk hati pegawai dan staff Kejaksaan Negeri (Kejari) Lamongan untuk berkomitmen secara swadaya membantu masyarakat yang penghasilannya kurang atau tidak ada sama sekali.

“Hari ini seratus paket sembako kita bagikan, untuk masyarakat yang terdampak sekitar kantor yang mungkin penghasilannya sangat berkurang dan mungkin tidak ada sama sekali. Misalnya guru ngaji muridnya kan sudah tidak boleh ngaji datang, sehingga ngaji di rumah”, ujar Kepala Kejari Lamongan Dr. Diah Yuliastuti, SH, MH kepada sejumlah awak media, Senin (20/04) siang.  

Paket sembako tersebut, lanjut Diah panggilan Dr. Diah Yuliastuti, SH, MH, merupakan komitmen swadaya seluruh pegawai dan staff Kejaksaan Negeri Lamongan untuk masyarakat yang terdampak terutama sekitar kantor.

“Dari 100 sembako kita bagikan secara simbolis hanya 20 orang untuk menghindari kerumunan massa atau physical distanting, diantaranya tukang becak yang tidak ada penumpang, tukang parkir dan mungkin kalau ada tukang ojek yang tidak bisa ngojek. Sedangkan sisanya diantar dengan mobil barang bukti ke tempat masing-masing supaya tidak ada lagi kerumunan”, paparnya.  

Diah menyebutkan, sudah beberapa kali melaksanakan kegiatan terkait pencegahan penyebaran pandemi Covid-19 yang dialami oleh dunia dan khususnya Kabupaten Lamongan.

“Tahap pertama kita sudah menyerahkan ke gugus tugas terkait sukarela sumbangan dari gaji dari pegawai, kemudian untuk sementara rumah dinas kajari dijadikan rumah singgah dari para medis di RSUD Dr Soegiri Lamongan”, akunya.  

“Dan kemarin kita juga sudah mencanangkan wajib memakai masker untuk tamu dan seluruh petugas dengan membagikan masker dan hand sanitizer kepada seluruh pegawai”, lanjut Kajari yang mengharapkan masyarkat Lamongan lebih mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.

Sementara, ditengah ganasnya penyebaran Covid-19, Bupati Lamongan Fadeli beserta jajaran forkopimda menunjukkan bentuk kepeduliannya dengan memberikan ribuan paket sembako dan masker kepada tukang becak dan masyarakat sekitar Kecamatan Kota Lamongan, Sabtu (18/04) kemarin meski diakuinya bahwa physical distanting belum tercapai atau kerumunan massa.

“Saya ingin memberikan bantuan sembako kepada tukang becak masyarakat yang terdampak, pedagang kaki lima dan sebagainya orang-orang yang dipandang layak menerima bantuan. Saya mohon maaf  mungkin physical distanting nya hari ini belum tercapai”, kata Fadeli.

Kecaman juga datang dari bebagai pihak, salah satunya Penasehat PWI Lamongan Imron Rosidi, bahwa terkait kerumununan tersebut bertolak belakang dengan imbauan dan kampanye social distancing dan physical distancing. Ratusan warga tanpa memakai masker berkerumun dan berdesakan saat pengambil jatah sembako. “Padahal sejumlah petinggi pemerintah daerah dan aparat TNI-Polri juga hadir di situ”, ujar Imron Rosidi kepada sejumlah awak media, Minggu (19/04) kemarin.

Disisi lain, Ketua DPC PDI Perjuangan Lamongan, Saim menyayangkan pemandangan menarik di Pasar Burung dan depan Pegadaian adanya kerumunan  massa dalam rangka pembagian sembako untuk rakyat yang terdampak Covid-19 yang dilakukan Forkopimda Lamongan.

“Sebenarnya yang dilakukan jajaran forkopimda untuk membagikan sembako untuk rakyat terdampak secara langsung maupun tidak oleh Covid-19, itu baik.  Namun kontradiktif dengan larangan pemerintah pusat”, kata Saim kepada sejumlah awak media usai melakukan giat penyemprotan cairan desinfektan, Minggu (19/04).  

Yang pasti ini menjadi tidak baik, tutur Sa’im, ketika sudah ada himbauan untuk tidak berkerumun tapi tetap berkerumunan, baik hal itu disengaja atau tidak. Pihaknya amat menyayangkan walaupun awalnya sudah tertib.

“Tapi terakhir di dalam pembagian sembako itu rakyat berbondong-bondong untuk mendapatkan sembako, sehingga mengakibatkan gagalnya social distanting dan physical distanting yang menjadi himbauan pemerintah pusat”, ujarnya.    

Bagikan melalui :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •   
  •   
  •   
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan