Dampak Covid-19 dan Banjir Gugah Kepedulian IWAPI Lamongan Bagikan Sembako dan Masker Meski Dimasa Sulit

Ketua IWAPI Lamongan Anis Kartika Yuhronur bersama anggota akan menyerahkan paket sembako dan masker.

KILASMETRO|LAMONGAN – Akibat dari penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) tak hanya memberikan dampak pada kesehatan saja, tapi juga mempengaruhi perekonomian masyarakat Kabupaten Lamongan. Ditambah banjir yang melanda beberapa wilayah, sehingga memperpanjang masa sulit yang harus di alami masyarakat Kota Soto.   

Keadaan tersebut menggugah kepedulian wanita pengusaha yang tergabung dalam IWAPI (Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia) Kabupaten Lamongan untuk memberikan ratusan sembako dan masker kepada mereka yang terdampak. Meski secara tidak langsung anggota IWAPI Lamongan juga mengalami dampak yang sama.  

“Bentuk kepedulian ini bukan ide saya, tapi tergeraknya anggota untuk mendonasikan sebagian rejeki mereka hingga terkumpul 200 paket sembako dan 400 masker”, jelas Ketua IWAPI Lamongan Hj Anis Kartika Yuhronur kepada awak media, Rabu (22/04) pagi.

Memang tidak banyak yang dibagikan, sambung Bu Anis panggilan akrab Hj Anis Kartika Yuhronur, meski kelihatan sedikit tapi dirinya yakin menurut mereka sangat berarti. Apalagi  mereka akan menghadapi bulan puasa Ramadhan.

“Dari 200 paket sembako dan 400 masker, kami bagikan sebanyak 50 paket sembako dan masker ke beberapa Kecamatan wilayah Kabupaten Lamongan yang terdampak banjir. Diantaranya Kecamatan Babat, Kecamatan Karanggeneng Desa Banjarmadu dan Kecamatan Glagah”, kata wanita yang juga istri Sekda Lamongan Yuhronur Effendi.

Untuk sisanya, lanjut Anis, sebanyak 50 paket sembako dan masker dibagikan diwilayah dalam Kecamatan Kota Lamongan. “Untuk wilayah kota lebih kami tekankan kepada para pedagang kaki lima yang terdampak adanya penyebaran pandemi virus corona atau Covid-19”, ujarnya.

Selain membagikan paket sembako dan masker, dia juga memberikan saran dan motivasi penguatan kepada UKM yang mengalami penurunan omzet atau merosot karena terdampak Covid-19.

“UKM yang harusnya ada jadwal eksport harus terhenti serta usaha rias pengantin dan catering terpaksa dibatalkan semua sehingga secara tidak langsung penghasilan mereka merosot”, terang wanita yang telah menjabat sebagi Ketua IWAPI Lamongan sejak bulan Februari 2020.

Tak hanya itu, Anis juga menganjurkan anggota IWAPI Lamongan untuk lebih kreatif agar secepatnya usaha mereka bangkit dan terpacu yakni bekerja sama dengan beberapa e-commerce atau penjualan secara online dan memperbagus kemasan sehingga bisa take away atau dibawah kemana-mana.

“Meski hampir sebagian besar anggota IWAPI terdampak adanya virus corona tapi mereka semua masih tetap sabar dan tetap memilik rasa peduli. Sebentar lagi bulan suci Ramadhan tetap semangat mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan beribadah di rumah karena harus menjaga jarak dengan orang lain”, pungkas. (koko).

Bagikan melalui :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •   
  •   
  •   
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan