Satu Tersangka Hembuskan Nafas Terakhir Usai Ditembak Petugas

Kapolres Lamongan AKBP Harun didampingi AKP David Manurung saat press release ungkap kasus curanmor.

KILASMETRO|LAMONGAN – Menjelang  Bulan Suci Ramadhan, Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Lamongan berhasil meringkus komplotan pencurian mobil. Diantara pelaku terpaksa harus ditembak karena hendak malarikan diri.

“Salah satu tersangka terpaksa kita lumpuhkan, karena berusaha melawan petugas dan melarikan diri saat digiring ke tempat penjualan hasil curian tersebut. Tentunya yang  kita lakukan sesuai prosedur dan terukur”, kata Kapolres Lamongan, AKBP Harun,  pada sejumlah awak media di Mapolres Lamongan, Kamis (23/04) siang.

Menurut Harun, pengungkapan komplotan curanmor tersebut berawal dari laporan korban  pemilik  Toko Material di wilayah Brondong  yang mengaku mobil Mitsubhisi L300 telah dicuri. Kemudian ditindaklanjuti Tim Jaka Tingkir dengan melakukan serangkaian penyelidikan, permintaan keterangan saksi-saksi, olah TKP dan analisa.

“Dari hasil rekaman CCTV, terungkap identifikasi pelaku dan jenis identitas kendaraan yang digunakan sebagai sarana. selanjutnya Tim Jaka Tingkir Satreskrim mendapatkan petunjuk bahwa kendaraan yang dipakai sebagai sarana merupakan Suzuki Ertiga yang disewa dari rental yang ada di wilayah Gresik, selanjutnya Tim  bekerjasama dengan personel Reskrim Polres Gresik untuk melakukan penyelidikan”,ungkap AKBP Harun. 

Dan, lanjutnya, ternyata benar bahwa mobil Suzuki Ertiga pada tanggal 19 April 2020 dipinjam atau dirental tersangka AB, selanjutnya dilakukan penangkapan terhadap yang bersangkutan dan kemudian dikembangkan terhadap tersangka RA dan tersanga TA, kemudian  dilakukan penangkapan terhadap  tersangka RE yang perannya sebagai perantara penjualan hasil curian Mitsubhisi L300.

“RA terpaksa dilumpuhkakan dengan dilakukan penembakan karena  melarikan diri saat dikembangkan ke tempat penjualan hasil curian tersebut, diapun menghembuskan nafas yang terakhir”, terang Harun, panggilan Kapolres AKBP Harun.

Selain mengamankan tersangka komplotan curanmor, petugas juga mengamankan barang bukti, antara lain satu unit mobil Ertiga yang dipakai beraksi,  5 galon cat tembok  ukuran 25 kg,  1 (satu) buah spiker aktif  yang dibeli dari uang hal kejahatan. 1 (satu) buah kabel jamper aki, 1 (satu) unit TV Led 17 inc 25 (dua puluh lima) gram Narkotika jenis sabu 1 (satu) timbangan elektrik. 2 (dua) set kunci pas.

“Dari hasil pengembangan perkara,  tersangka RA dan kawan-kawan ini pernah melakukan pencurian di beberapa tempat,  yaitu di wiilayah Kabupaten Lamongan sebanyak 4 tempat kejadian perkara atau TKP. Di wilayah Kabupaten Gresik banyak 2 TKP, di dilayah Kabupaten Bojonegoro sebanyak 1 TKP”, urai Harun. 

Kini tersangka yang berhasil diringkus Tim Joko Tingkir tersebut harus mendekam di tahanan Polres Lamongan, mereka  terancam kurungan penjara selama 7 tahun karena dijerat pasal 363 KUHP.

Bagikan melalui :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •   
  •   
  •   
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan