84 Warga Desa Butungan Penuhi Tiga Kriteria Layak Terima BLT Melalui Dana Desa Tahun 2020

Kartono Kepala Desa Butungan, Kecamatan Kalitengah, Kabupaten Lamongan saat menggelar musyawarah desa (musdes) khusus dalam rangka validasi dan finalisasi data penerima BLT melalui dana desa.

KILASMETRO|LAMONGAN – Sebanyak 84 warga Desa Butungan miskin dengan kriteria khusus bakal menerima bantuan langsung tunai (BLT) melalui dana desa (DD) tahun 2020 sebesar Rp. 600.000,- selama tiga bulan berturut-turut.

Hal ini disampaikan oleh Kartono selaku Kepala Desa (Kades) Butungan, Kecamatan Kalitengah, Kabupaten Lamongan bahwa berdasarkan hasil musyawarah desa (musdes) khusus, Minggu (26/04) malam di Balai Desa telah menghasilkan data valid sesuai dengan kriteria yang ada yakni sebanyak 84 penerima.

“Ada tiga kriteria khusus keluarga miskin yang berhak menerima BLT melalui dana desa tahun 2020 yakni kehilangan mata pencarian, belum terdata (exclusion error) dan orang yang mempunyai keluarga rentan penyakit kronis”, ujar Kartono kepada awak media kilasmetro.com, Rabu (29/04) siang.

Kartono menjelaskan, hasil validasi dan finalisasi tersebut tidak mengalami kendala karena telah disepakati bersama. “Sebanyak 84 warga tersebut sudah layak dan telah disepakati oleh seluruh peserta musdes yang hadir diantaranya Perangkat desa, Ketua dan anggota BPD, pengurus harian LKD, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat dan perwakilan penerima BLT dari dana desa ( DD ) 2020”, tuturnya.

Menurutnya, mekanisme pengalokasian BLT apabila dana desa tahun 2020 sebesar Rp. 839.129.000,- maka alokasinya BLTnya maksimal 30 persen atau sebesar Rp. 251.738.700,-. “Sedangkan dari jumlah penerima 84 warga Desa Butungan jika dikalikan Rp. 1.800.000,- maka hasilnya masih dibawa 30 persen dari dari dana desa tahun 2020”, urai pria yang menjabat Kades Butungan sejak tanggal 07 November 2019.   

Selain itu, lanjut Kartono, dana desa tahun 2020 di tahap pertama pihaknya telah menyerap untuk pembangunan gedung dan sisanya masih ada di rekening kas desa. “Sisanya tersebut rencana akan dipergunakan untuk penanganan covid-19”, terangnya.

Dia berharap sebanyak 84 warga yang akan menerima BLT melalui dana desa tahun 2020 tersebut bisa terbantu perekonomiannya akibat terdampak covid-19. “Utamanya bagi warga desa yang tidak pernah menerima Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT)”, tegas Kades Kartono.  

Sebelumnya, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Lamongan Khusnul Yaqin menjelaskan, terkait metode dan mekanisme perhitungan prosentase alokasi dana desa ada beberapa ketentuan.

“Desa dengan DD kurang dari Rp 800 juta alokasi BLTnya maksimal 25 persen. Sedangkan DD Rp 800 juta sampai Rp 1,2 miliar, alokasi BLTnya maksimal 30 persen. Desa yang DDnya lebih dari Rp 1,2 miliar alokasi BLTnya maksimal 35 persen”, katanya

Mengenai sasaran, urai Khusnul Yaqin, yakni keluarga Miskin yang belum tercover Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) khususnya mereka yang kehilangan pekerjaan, belum terdata/terjaring, orang tua yang mengalami penyakit kronis.

“Kemudian data keluarga penerima tersebut di validasi dan finalisasi melalui musdes khusus selanjutnya penetapan data penerima BLT Desa di terbitkan SK yang ditandatangani Kades dan dilaporkan dan disahkan oleh Bupati”, jelasnya. (koko).

Bagikan melalui :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •   
  •   
  •   
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan