Serius Tangani Perkara, Kejari Gresik Bakal Memanggil Pihak Berkaitan Dengan Dana PUAP Desa Petis Benem

Kejaksaan Negeri (Kejari) Gresik.

KILASMETRO|GRESIK – Kejaksaan Negeri (Kejari) Gresik akan memanggil pihak yang berkaitan dengan dugaaan penyelewengan dana bantuan Pengembangan Usaha Agribisnis Pedesaan (PUAP) tahun 2011  Desa Petis Benem, Kecamatan Duduksampeyan, Kabupaten Gresik.

Menurut, Kasi Pidsus Kejari Gresik Dymas Adji W bahwa perkembangan terkait perkara PUAP tahun 2011 di Desa Petis Benem, Kecamatan Duduk Sampeyan, Kabupaten Gresik masih dalam tahap pulbaket dan puldata.

“Rencananya hari Kamis (14/05) besok, kita akan memanggil yang berkaitan dengan perkara PUAP tersebut”,kata Dymas Adji W kepada awak media kilasmetro.com, Senin (11/05).

Kasi Pidsus menjelaskan, selain perkara PUAP tersebut yang sudah menginjak 5 (lima) bulan, pihaknya juga mengerjakan perkara-perkara yang lain.  “Kita harap pihak pelapor kooperatif. Karena selain SDM yang terbatas. Juga pengaruh pandemi COVID-19. Bagaimanapun juga protokoler COVID-19 tetap kita jalankan”, terangnya.

Saat disinggung perkara PUAP tersebut apakah sudah di tahap proses penyelidikan ? “Bukan, kita ini masih sprintug. Sebelum proses penyelidikan kita buat sprintug dulu. Kita cari kebenaran apakah ada peristiwa pidananya tidak”, jawabnya.

Terkait pemanggilan pihak pelapor tanpa menggunakan nota dinas atau surat hanya melalui telepon, Dymas panggilan Dymas Adji W menyampaikan, intinya pihak pelapor tidak keberatan.

“Kami rasa intinya pihak pelapor tetap diperiksa. Dan dibuat catatan wawancara. Kalau beliaunya tidak keberatan, ya tidak apa-apa. Yang penting kita tuangkan secara resmi di catatan wawancara kami. Apalagi saat ini masih pulbaket puldata. Ya, kita hanya berharap pelapornya kooperatif”, ujarnya.   

Ditempat terpisah, Supriadi menjelaskan, dirinya telah dipanggil oleh pihak Kejari Gresik beberapa waktu lalu tanpa menggunakan nota dinas atau surat pemanggilan.

“Tanggal 24 Maret 2020 kita ditelpon oleh pihak Pidsus untuk datang ke Kejari Gresik tanpa surat panggilan atau nota dinas dalam tahapan BAP (Berita Acara Pemeriksaan)”, tuturnya.

Kemudian ditanggal 22 April 2020, dirinya datang sendiri tanpa Pak Amin (red_Moch.Amin salah satu pelapor lainnya) ketemu dengan Kasi Pidsus Dymas dengan tujuan menanyakan terkait perkembangan perkara PUAP tersebut.

“Jawaban dari Kasi Pidsus, intinya disuruh sabar”, pungkasnya.

Diketahui bersama, berkas Laporan Dugaan Penyelewengan dana bantuan Pengembangan Usaha Agribisnis Pedesaan (PUAP) tahun 2011  Desa Petis Benem, Kecamatan Duduksampeyan, Kabupaten Gresik diterima oleh Kaur TU Kejari Gresik Arifin dari Moch. Amin Supriadi pada tanggal 27 Desember 2019. (adi).

Bagikan melalui :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •   
  •   
  •   
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan