Selain Normalisasi Aliran Sungai, Program PKT Juga Membantu Warga Desa Wajik Yang Terdampak COVID-19

Sejumlah warga bersama Pemdes Wajik melaksanakan normalisasi aliran sungai melalui program PKT.

KILASMETRO|LAMONGAN – Untuk memelihara dan menormalisasi aliran air, Pemerintah Desa Wajik, Kecamatan/Kabupaten Lamongan bersama masyarakat setempat melaksanakan normalisasi saluran air pertanian desa, dengan Program Padat Karya Tunai (PKT) melalui dana desa (DD).

Drs. Sampurno, Kepala Desa Wajik, Kecamatan/Kabupaten Lamongan, mengatakan, bahwa sebenarnya program PKT yang menggunakan dana desa ini, bertujuan untuk membantu dalam mengentaskan kemiskinan.

“Dengan program PKT yang diserap dari dana desa sebesar Rp.15 juta, normalisasi saluran  pertanian diharapkan dapat memperlancar pengairan yang ada di Desa Wajik, sehingga arus air bisa lancar dan disamping itu program ini sangat dinantikan semua warga”, ujar Drs. Sampurno kepada awak media, Minggu (17/05) siang.  

Dengan begitu, jelas Cak Pur panggilan akrab Drs. Sampurno, kegiatan normalisasi saluran air pertanian utamanya bertujuan agar warga yang bermata pencaharian sebagai petani dapat lebih makmur dan sejahtera dengan normalnya saluran air tersebut.

“Program ini dijalankan sesuai kebutuhan masyarakat yang saat ini terdampak COVID-19. Yakni dengan mengajak masyarakat yang terpaksa jadi pengangguran karena terdampak pandemi COVID-19 berdaya dalam pembangunan desa selama 3 (tiga) hari, sehingga bisa menambah pendapatan mereka sehari-hari”, terangnya.

Dia menyampaikan, ditengah pandemi COVID-19, pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial juga membagikan bantuan sosial tunai (BST) sebesar Rp. 600 ribu selama tiga bulan berturut-turut.  

”Sebanyak 79 warga menerima BST. Pengambilannya ada yang melalui kantor pos, bank BRI dan BNI. Sedangkan bantuan langsung tunai (BLT) yang melalui dana desa, terdapat 65 warga Desa Wajik yang tervalidasi sesuai kriteria, tapi saat ini masih belum realisasi”, tuturnya.  

Lebih lanjut, dia menuturkan, dalam menjalankan tugas amanah ini, baik itu program pembangunan maupun BLT melalui dana desa sangat diperlukan perencanaan yang matang dan bijaksana. “Agar tidak melanggar ketentuan yang telah tetapkan dari perencanaan sampai pelaksanaan”, tegasnya. (tris/adi).

Bagikan melalui :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •   
  •   
  •   
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan