“Proses Lancar”, Warga Lukrejo Mencairkan BLT DD, Sebelumnya 153 KPM Berbeda Juga Terima BST

Sarnawi, SE, Kepala Desa Lukrejo dengan didampingi Kasi Ekbang Hari Nurohman saat menyerahkan BLT DD kepada salah satu warganya, Selasa (19/05).

KILASMETRO|LAMONGAN – Warga Desa Lukrejo, Kecamatan Kalitengah, Kabupaten Lamongan sudah mencairkan bantuan langsung tunai (BLT) melalui dana desa (DD) pada Selasa (19/05) siang.

Kepala Desa Lukrejo, Sarnawi,S.E menyebutkan di Desa Lukrejo terdapat sebanyak 48 warga yang menerima BLT melalui dana desa karena terdampak COVID-19. Dan penyalurannya tidak mengalami kendala.

“Warga yang menerima BLT DD sebelumnya didata sesuai ketentuan yang ditetapkan pemerintah, dengan beberapa kriteria yakni warga kehilangan mata pencaharian, warga yang tidak terdata di basic data terpadu dan warga yang mengalami penyakit kronis atau menahun”, ujar Sarnawi kepada awak media kilasmetro.com.

Tak hanya itu, sambung Sarnawi, kriterianya juga warga yang belum pernah tercover program dari pemerintah pusat yakni Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dan Bantuan Sosial Tunai (BST).

“Kami harap warga yang menerima BLT dana desa tersebut bisa memanfaatkannya dengan baik dan digunakan untuk kebutuhan yang benar-benar penting. Begitu juga 153 warga yang beberapa hari kemarin yang juga menerima BST dari Kementerian Sosial”,pintanya.

Sementara itu, Narsih Setyorini salah satu warga, mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Desa Lukrejo, dan juga pemerintah pusat atas adanya bantuan langsung tunai (BLT) melalui dana desa.

“Saya telah mengalami penurunan pendapatan di saat suami saya juga sedang kerja di Surabaya. Alhamdulillah bisa terbantu selama tiga bulan berturut-turut dengan adanya BLT ini. Kepada bapak Kepala Desa Lukrejo, bapak Menteri, dan bapak Presiden Jokowi kami sekeluarga mengucapkan terima kasih”, aku Narsih Setyorini.

Sementara, Kasi Ekbang Hari Nurohman yang mewakili Camat Kalitengah, menyampaikan, dari 20 Desa se-Kecamatan Kalitengah hanya 15 Desa yang sudah siap mencairkan BLT melalui dana desa.

“Dari Desa Lukrejo sebanyak 48 KPM yang menerima BLT DD. Sedangkan desa lainnya diantaranya, Desa Blajo  65 KPM, Desa Pucangtelu 57 KPM, Desa Somosari 71 KPM, Desa Jelakcatur 104 KPM, Desa Tiwet 45 KPM, Desa Kalitengah 76 KPM dan Desa Mungli 29 KPM”, beber Hari Nurohman.

Sedangkan 7 (tujuh) desa lainnya, lanjut Hari Nurohman, yakni Desa Kuluran 95 KPM, Desa Gambuhan 31 KPM, Desa Tunjungmekar 92 KPM, Desa Cluring 20 KPM, Desa Butungan 57 KPM, Desa Pucangro 66 KPM dan Desa Bojoasri 25 KPM.

“Semoga dengan adanya BLT DD ini dapat membantu meringankan beban masyarakat yang kurang mampu dan masyarakat yang terdampak COVID-19 untuk keperluan sehari-hari”, tegasnya.   

Ditempat terpisah, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Deda (PMD) Kabupaten Lamongan, Khusnul Yaqin, menyampaikan sebanyak 171 Desa dari 24 Kecamatan sudah melaksanakan pencairan BLT DD di Lamongan.

“Sebanyak 171 desa melaksanakan pencairan BLT DD dengan jumlah 13.000 KPM (Keluarga Penerima Manfaat)”, ungkap Khusnul Yakin.

Menurut Khusnul, panggilan Khusnul Yakin, BLT Covid-19 dicairkan secara secara utuh sebesar Rp 600 per Kepala Keluarga, tidak ada pemotongan administrasi atau yang lainnya karena menggunakan virtual. “Karena menggunakan rekening virtual, jadi tidak ada biaya bank, tidak ada saldo minimal”, urainya.

Khusnul juga menjelaskan, jika terdapat desa yang belum melaksanakan pencairan BLT DD dimungkinkan karena data yang tervalidasi belum dilaporkan dan juga tersedianya anggaran di Kas Desa.

“Kalau anggaran udah tersedia di Kas Desa serta data yang tervalidasi sudah dilaporkan ke Pemkab. Maka pihak desa tinggal mencairkan saja ke warganya”,tandasnya.  (tris/adi).

Bagikan melalui :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •   
  •   
  •   
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan