Ditengah Pandemi COVID-19, HJL Ke-451 Tetap Sakral

Upacara Penyemayaman Lambang Daerah dan Pasamuan Agung.

KILASMETRO|LAMONGAN – Peringatan Hari Jadi Lamongan (HJL) ke-451 kali ini dilaksanakan berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Berada di tengah pandemi COVID-19, peringatan HJL kali ini berpedoman pada protokol kesehatan dan dilaksanakan secara daring (online) melalui live media social.

Bertempat di pendopo Lokatantra Kabupaten Lamongan, Selasa (26/5), peringatan HJL tahun ini berjalan khidmat ditandai dengan dengan  Upacara Penyemayaman Lambang Daerah dan Pasamuan Agung,

“Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, perayaan ini dilakukan tanpa adanya hingar-bingar, sebagai bentuk prihatin akan adanya pandemi COVID-19. Namun, hal ini tidak lantas mengurangi rasa khidmat dari perayaan”, ujar Ketua DPRD Lamongan Abdul Ghofur dalam sambutannya.

Peringatan Hari Jadi Lamongan (HJL) memiliki makna dan sejarah yang berharga, yakni sebagai bentuk penghormatan untuk mengenang jasa pahlawan, serta refleksi perjalanan lahirnya Kabupaten  Lamongan dan perkembangannya hingga kini.

Perlu diketahui bersama bahwa Hari Jadi atau Hari Kelahiran Lamongan diambil dan ditetapkan dari hari dan tanggal diwisudanya Adipati Lamongan yang pertama, yaitu Tumenggung Surajaya oleh Kanjeng Sunan Giri IV. Wisuda tersebut bertepatan dengan hari pasamuan agung dan bertepatan pula dengan Idul Adha tanggal 10 Dzulhijjah tahun 976 H, atau pada Hari Kamis Pahing tanggal 26 Mei 1569 M.

Berbagai kisah terus mewarnai perjalanan Lamongan. Salah satunya kisah putri Adipati Lamongan, Panji Laras dan Panji Liris yang dilamar putri Adipati Kediri, Dewi Andansari dan Dewi Andanwangi, yang kemudian menjadi legenda dan adat kebiasaan Lamongan. Hingga kini Kabupaten Lamongan terus berkembang dan menata diri. Dengan nahkoda yang silih berganti, hingga kepemimpinan Bupati H. Fadeli, Adipati ke-42 dan 43 Lamongan.

Berbagai kesuksesan dan prestasi mampu diraih, terutama di bidang pelayanan publik. Selain itu juga mendapatkan tanda kehormatan Samkarya Parasamya Purakarya Nugraha sebagai penghargaan prestisius dan tertinggi di bidang penyelenggaraan pemerintahan.

Perhatian pada kualitas prima pelayanan publik, serta berbagai ikhtiar telah dilakukan guna mewujudkan Lamongan lebih sejahtera dan berdaya saing.

Menurut Bupati Fadeli, meski HJL ke-451 dilakukan dengan sederhana, tanpa hiburan, tanpa kirab  keliling kota, dalam kondisi waspada pandemi COVID-19. Namun peringatan kali ini tetap dapat dilakukan dengan baik tanpa mengurangi kesakralannya.

“Mari kita peringati Hari Jadi Lamongan ke-451 ini dengan semangat tinggi, semangat bersatu untuk melawan covid-19 di Lamongan, agar segera berlalu”, ujar Bupati Fadeli pada kesempatan tersebut. (adi).

Bagikan melalui :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •   
  •   
  •   
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan