Agar Tidak Terjadi Kesalahan Persepsi, Kejari Gresik Harus Pedomani Ini

Supriadi salah satu pelapor dugaan tindak pidana korupsi dana bantuan PUAP di Desa Petis Benem TA.2011 usai dimintai keterangan awak media.

KILASMETRO|GRESIK – Kejaksaan Negeri (Kejari) Gresik diminta lebih serius dalam menangani kasus dugaan tindak pidana korupsi dana bantuan PUAP di Desa Petis Benem TA.2011 agar tidak terjadi adanya kesalahan persepsi dan harus sesuai dengan UU RI No.16 Tahun 2004 Secara Merdeka.

Hal itu dituangkannya dalam surat yang ditujukan ke Kejari Gresik tertanggal 12 Mei 2020, terkait perkembangan penanganan laporan dugaan tindak pidana korupsi dana bantuan PUAP di Desa Petis Benem Tahun Anggaran 2011.

“Kami sangat berharap pihak Kejari Gresik mampu dan bisa menegakkan keadilan dan kebenaran berdasarkan hukum dan membantu program dana bantuan pemerintah dapat berjalan dalam upaya mengurangi kemiskinan serta pemberantasan korupsi”, ujar Supriadi warga Lamongan, selaku pelapor kepada awak media, Rabu (03/06/20).

Tak hanya itu, kata Supriadi, didalam menjalankan proses tahapan penegakan hukum, Kejari Gresik juga diharapkan memperhatikan dan atau mempedomani Peraturan Jaksa Agung RI, Instruksi Jaksa Agung RI, Surat Edaran Jaksa Agung RI dan Surat Jaksa Agung Mada Tindak Pidana Khusus.

Jawaban dari surat tersebut, lanjutnya, pihak Kejari Gresik menyampaikan bahwa telah menindaklanjuti laporan dengan melakukan pengumpulan data dan bahan keterangan (puldata dan pulbaket) serta memanggil secara resmi dan patut kepada Ketua Pengelola PUAP, Sekretaris dan Bendahara.

“Memang saat ini konsistensi Kejari Gresik sebagai penegak hukum tengah di uji ragam permasalahan salah satunya pandemi COVID-19. Semoga kekuatan hunusan bilah pedang anti korupsi, tetap dapat melesak masuk kedalam dan mematikan denyut jantung laten korupsi”, tegasnya.

Kesempatan berbeda, Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Gresik, Dymas Adji Wibowo, S.H, M.H mengatakan, bahwa pihaknya masih mengumpulkan data dan bahan keterangan.

“Ini masih mengumpulkan data dan bahan keterangan mas. Dan juga memanggil Ketua Pengelola PUAP, Sekretaris dan Bendahara”, ungkap Dymas Adji Wibowo, S.H, M.H melalui jaringan satelit.

Selain itu, dia juga memanggil mantan Kepala Desa Petis Benem, Kecamatan Duduksampeyan, Gresik. “Mantan lurah juga dipanggil, seingat saya”, akunya.

Terkait hasil yang diperoleh dengan memanggil pihak terkait laporan yakni Ketua Pengelola PUAP, Sekretaris dan Bendahara apakah ada yang mengarah ke indikasi tindak pidana khusus, Dymas panggilan Dymas Adji Wibowo menjawab, masih mencari. “Kita masih mencari mas bro”, tandasnya. (adi).

Bagikan melalui :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •   
  •   
  •   
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan