Pemdes Deketwetan Apresiasi Rapid Test Massal Tim Traching Provinsi Jatim di Lamongan

M. Abdul Ghofur, salah satu Perangkat Desa Deketwetan saat menjalani rapid test di Rusunawa Lamongan, Senin (08/06).

KILASMETRO|LAMONGAN – Pemerintah Desa Deketwetan mengapresiasi adanya rapid test dan swab atau screening secara massal selama 3 (tiga) hari yang diselenggarakan oleh Tim Traching Provinsi Jawa Timur (Jatim) di wilayah Kabupaten Lamongan.

Menurut Kepala Desa Deketwetan, Ir Kusbianto S Putro, dengan diselenggarakannya rapid test ini, masyarakat khususnya Perangkat Desa Deketwetan dapat mengetahui secara pasti kondisi masing-masing.

“Segenap aparat Pemerintah Desa (Pemdes) Deketwetan mengucapkan terima kasih kepada Tim Traching Provinsi Jawa Timur, Pemkab Lamongan dalam hal ini Dinas Kesehatan juga Polres dan Kodim 0812/Lamongan atas terselenggaranya rapid test dan swab ”, ungkap Ir Kusbianto S Putro, Senin (08/06) siang.

Gatot panggilan Ir Kusbianto S Putro menyebutkan, sebanyak 10 (sepuluh) aparat Pemdes Deketwetan yang mengikuti rapid test dan swab oleh tim traching Provinsi Jawa Timur di Rusunawa, Jalan Veteran, Kelurahan Jetis, Lamongan.   

“Manfaat yang kami rasakan sangat besar sekali, karena sebenarnya teman-teman perangkat desa juga ingin tahu bagaimana sih kondisi sesungguhnya”, ujarnya.

M.Taufiq salah satu Perangkat Desa Deketwetan.

Gatot berharap, agar pelaksanaan rapid test massal bisa lebih lama, sehingga tidak hanya ASN, Kades dan Perangkat Desa di wilayah Deket, Lamongan, Tikung, Kembangbahu, Sarirejo, Sugio, dan Glagah saja yang mengikuti rapid test ini pun bisa lebih banyak lagi.

“Harapan kami dengan waktu yang terbatas bisa menunjukkan hasil yang diharapkan sehingga wabah ini segera berakhir”, tegasnya.  

Sementara, dr Taufik Hidayat Jubir Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Lamongan menjelaskan, Tim Traching Provinis Jawa Timur menyelenggarakan screening massal di Kabupaten Lamongan selama 3 (tiga) hari. Tanggal 08 Juni di Rusunawa Lamongan, tanggal 09 Juni di RS Ngimbang dan tanggal 10 Juni RS Karangkembang.

“Rapid test diselenggarakan selama tiga hari. Dengan tujuan agar Lamongan secepatnya mencapai puncak pandemi Covid-19. Apabila ada hasilnya ada yang Reaktif, maka akan dilakukan Swab dan ditindak lanjuti dengan treching dan Isolasi”, kata dr. Taufik Hidayat.

Taufik Hidayat menambahkan, untuk mencapai puncak pandemi Covid-19 tersebut, maka selama tiga hari kedepan sasaran di upayakan sebanyak 1000 orang.        

“Tadi sebanyak 217 orang di screening dan hasilnya non reaktiif semua. Kami berharap masyarakat Kabupaten Lamongan untuk memanfaatkan screening massal ini agar secepatnya bisa mencapai puncak pandemi”, pungkasnya. (adi).

Bagikan melalui :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •   
  •   
  •   
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan