7 Budak Narkoba Diringkus Polisi Lamongan

Tujuh tersangka yang diduga telah menyimpan dan mengedarkan Sabu dan Pil Karnopen.

KILASMETRO|LAMONGAN – Petugas Satuan Narkotika (Satreskoba) Polres Lamongan terpaksa meringkus tujuh tersangka yang diduga telah menyimpan dan mengedarkan Sabu-sabu dan pil koplo jenis Carnopen di tengah-tengah masyarakat Lamongan.

“Setelah kita ringkus, seluruh tersangka kita giring ke Polres Lamongan untuk menjalani proses hukum”, kata Kapolres Lamongan, AKBP Harun, Kamis (18/6) siang.

Menurutnya, diantara tersangka tersebut adalah berinisial AS warga Dusun  Ngrojo Desa Bronjong Kecamatan Bluluk, FEM warga Desa Yungyang Kecamatan Modo, HRS warga Desa Deketwetan  Kecamatan Deket,  warga Dusun Banyulegi Desa Banyuurip Kecamatan  Ujungpangkah-Gresik.

“Selain itu adalah tersangka berinisial JAS warga  Kecamatan Lamongan, APS warga  Dusun Lembung Lor Desa Tanjung Mekar Kecamatan Kalitengah,  MAS  warga Desa Sumberwudi Kecamatan  Karanggeneng, PYP, AMLI”, papar AKBP Harun.

Pengungkapan kasus dugaan peredaran Sabu-sabu dan Pil Koplo jenis carnopen tersebut berawal dari laporan masyakat kepada polisi. Warga mengaku resah dengan dugaan tersebut, mereka khawatir keluarga mereka terdampak peredaran barang haram itu.

”Atas laporan-laporan warga, petugas Satreskoba kemudian melakukan penyidikan ke tengah-tengah masyarakat. Dan akhirnya berhasil membekuk tersangkanya”, kata Harun yang juga menjelaskan ketujuh tersangka itu merupakan pengungkapan dari 6 kasus.

Harun juga memaparkan sesuai UU RI Nomer 35 Tahun Tentang Narkotika dan Sabu-sabu, pasal Pasal 114 menyebutkan setiap orang yang tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, atau menyerahkan Narkotika Golongan I terancam hukuman penjara.

“Dipidana dengan pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 5 (lima) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun dan pidana denda paling sedikit Rp 1 miliar dan paling banyak Rp. 10 miliar”, ungkap Harun pada sejumlah awak media.

Kini petugas berharap agar masyarakat lain tidak terlibat atau terjerumus dalam peredaran Narkotka, mengingat selain akan berdampak hukum mengonsumsi barang haram tersebut dapat merusak massa depan. (amru/red).

Bagikan melalui :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •   
  •   
  •   
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan