Diduga Belum Pernah Produksi, Pihak Berkaitan UPPO Kecamatan Modo Dilaporkan

Supriadi, Warga Desa Karangsambigalih, Kecamatan Sugio, Lamongan saat di Kejaksaan Negeri Lamongan.

KILASMETRO|LAMONGAN – Kejaksaan Negeri (Kejari) Lamongan kembali diminta oleh warga Desa Karangsambigalih, Kecamatan Sugio untuk melakukan proses penyelidikan dan penyidikan sesuai Peraturan Perundang-undangan yang berlaku di Negera Kesatuan Republik Indonesia.

Kali ini Supriadi, melaporkan adanya dugaan tindak pidana korupsi dana bantuan UPPO (Unit Pengolahan Pupuk Organik) oleh Poktan Mekar Tani Sreto Desa Pule, Kecamatan Modo, Lamongan yang bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2015 senilai Rp. 230 juta.

“Saya melaporkan perkara dugaan tindak pidana korupsi dana bantuan UPPO oleh Poktan Mekar Tani Sreto Desa Pule, Kecamatan Modo, Lamongan ke Kejari Lamongan sebulan yang lalu, tepatnya sich hari Jumat (08/05)”, ujar Supriadi, Kamis (18/06) siang.  

Dalam proses pelaksanaan pengunaan dana bantuan dan proses pengelolaan kegiatan UPPO, dia menduga telah diselewengkan dan disalahgunakan karena tidak sesuai Pedoman Teknis Pengembangan UPPO dan tujuan permohonan awalnya.

Tak hanya itu, Supriadi juga menduga, pihak Poktan Mekar Tani Sreto belum pernah produksi pupuk kompos atau organik sesuai dengan yang diharapkan pemerintah dengan adanya dana bantuan UPPO.  

“Semoga pihak Kejari Lamongan bisa segera memanggil pihak-pihak yang berkaitan dengan dana bantuan UPPO oleh Poktan Mekar Tani Sreto Desa Pule, Kecamatan Modo, Lamongan”, harapnya

Tanda terima laporan/pengaduan ke Kejaksaan Negeri Lamongan

Sementara, Kasi Pidsus Kejari Lamongan Muhammad Subhan menyampaikan perkembangan terkait laporan dan atau pengaduan dugaan  tindak pidana korupsi dana bantuan UPPO di Kecamatan Modo.  

“Sudah kita pulbaket (pengumpulan bahan keterangan)”, ungkap Muhammad Subhan melalui pesan Whatapps.

Saat disinggung terkait pihak-pihak yang sudah dipanggil pihak Kejari Lamongan, Kasi Pidsus tidak bisa memberikan banyak informasi.

“Maaf mas, pulbaket ini sifatnya masih rahasia, saya tidak bisa komentar lagi ya”, ucapnya.

Secara terpisah, Kepala Desa Pule Sutrisno, mengakui tidak tahu menahu adanya pemanggilan dari pihak Kejari Lamongan terhadap salah satu warga selaku Ketua Poktan Mekar Tani Sreto.

“Yang jelas saya nggak tahu, karena panggilan tersebut tidak ada tembusannya kepada saya (red. sebagai Kepala Desa). Andaikan kalau dia (Ketua Poktan Mekar Tani Sreto) cerita, pasti saya tahu”, akunya. (adi).     

Bagikan melalui :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •   
  •   
  •   
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan