Gegara Rayuan Gombal, Gadis 14 Tahun Lahirkan Bayi Perempuan

Kapolres Lamongan AKBP Harun saat press release ungkap kasus pencabulan.

KILASMETRO|LAMONGAN – MS (24), warga Kecamatan Sambeng, Lamongan terancam hukuman penjara 5 tahun dan atau maksimal 15 tahun. Karena diduga pria yang telah beristri siri ini mencabuli tetangganya DA (14) yang masih dibawah umur.

Bahkan, saat ini DA telah melahirkan anak perempuan. Tak terima dengan perbuatan MS, akhirnya orang tua DA memilih mengadu ke Polres Lamongan.

Kapolres Lamongan AKBP Harun mengatakan, kepada petugas tersangka mengakui telah lima kali mencabuli korban di rumah pelaku. Dimana kejadian tersebut terjadi di bulan Agustus 2019 yang lalu.

“Selama lima hari berturut-turut korban diajak ke rumah pelaku dan diajak berhubungan badan layaknya suami istri”, kata AKBP Harun kepada awak media, Jumat (19/06).  

Harun menjelaskan, modus tersangka ini mengajak anak korban untuk bermain kerumahnya dengan alasan akan dikenalkan dengan orang tuanya. Sesampainya dirumah TKP, korban dipaksa untuk masuk ke dalam kamar dengan cara menarik tangannya.

“Nah saat berada di dalam kamar, korban dicabuli dengan bujuk rayu”,  imbuhnya.

Tersangka berdalih bahwa hubungan keduanya telah direstui orang tua masing-masing. Namun setelah melakukan aksinya, tersangka selalu mengancam akan membunuh korban bila menceritakan perbuatannya.

“Tersangka juga mengancam akan menyebarkan aibnya bahwa sudah tidak perawan”, terangnya.

Masih menurut Harun, dihadapan petugas tersangka mengaku jika hubungannya dengan korban karena didasari suka sama suka. Pelaku juga menyampaikan mohon maaf kepada orang tua korban dan sanggup menikahi anak korban. Namun orang tua korban menolak, dan memilih untuk melanjutkan perkaranya sampai ke meja hijau.

Harun menambahkan, berdasarkan keterangan pelaku telah mengakui melakukan tindak pidana persetubuhan dan perbuatan cabul.

Tersangka dijerat sebagaimana dimaksud dalam pasal 81 ayat (1) dan (2) dan atau Pasal 82 ayat (1) UU RI nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI No. 23 th 2002 tentang perlindungan Anak terhadap anak korban.

“Atas perbuatanya tersangka diancaman hukuman minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun penjara”, tandasnya. (adi).

Bagikan melalui :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •   
  •   
  •   
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan