Eks Kepala UPT Dinas TPHP Lamongan Diduga Terima Dana UPPO 2015

Rahmada Wahyono, Eks. Kepala UPT Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan (TPHP) Kecamatan Modo. Saat ini menjabat sebagai Kasi di salah satu Kecamatan Kabupaten Lamongan.

KILASMETRO|LAMONGAN – Dana bantuan UPPO senilai Rp. 230 juta bersumber dari APBN tahun 2015 untuk Poktan Mekar Tani Sreto Desa Pule, Kecamatan Modo, Kabupaten Lamongan diduga mengalir ke pihak lain.

Dugaan mengalirnya dana bantuan tersebut ke pihak lain diakui Tikno selaku Ketua Poktan Mekar Tani Sreto.

Dia mengaku menyerahkan sejumlah uang dari pencairan dana bantuan UPPO kepada Kepala UPT Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan (TPHP) Kecamatan Modo saat itu.   

“Intinya usai proses pencairan di BRI Lamongan. Uang tersebut langsung saya berikan kepada Rahmad Wahyono selaku Kepala UPT Dinas TPHP Modo saat itu”, ungkap Tikno, Rabu (01/07). 

Dia juga mengaku, diperintah Pak Yon (red_panggilan Rahmad Wahyono). Kemudian uang tersebut diberikan kepada siapa, Tikno menjelaskan, tidak tahu.   

“Diberikan kepada Kades Pule atau tidak, saya tidak tahu yang pasti dia ada di dalam ruangan Pak Yon bersama 2 (dua) PPL. Dan hal ini juga telah saya akui di hadapan penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Lamongan, Rabu (17/06) lalu”, akunya. 

Dikesempatan berbeda, Rahmad Wahyono mantan Kepala UPT Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan Kecamatan Modo mengakui, bahwa dirinya yang menerima uang dana bantuan UPPO dari pihak Poktan Mekar Tani Sreto.

“Ya, memang uang itu saya terima dan diletakkan Tikno diatas meja kantor”, akunya, Selasa (16/06) saat ditemui di kantor Kecamatan Tikung. 

Dia menjelaskan, dari pada uang tersebut dikembalikan karena tidak ada yang tanggung jawab, Lebih baik uang tersebut diberikannya kepada Kepala Desa (Kades) Pule.

“Tinimbang duit kui dibalikne mending tak wenehne sing duwe deso, mergo ora ono sing gelem tanggung jawab”, tegas Pak Yon.

Pak Yon juga menyampaikan, bahwa perkara ini sudah pernah ditangani oleh pihak Kejari Lamongan dua tahun lalu. Baik dirinya maupun pihak terkait juga pernah dipanggil Kejari Lamongan.

“Kalau nggak salah tahun 2018, saya dan Kades Pule sudah pernah dipanggil terkait perkara ini, begitu juga pihak Poktan”, katanya.  

Terkait adanya pengakuan dari pihak Poktan dan mantan Kepala UPT Kecamatan Modo, kilasmetro.com sudah mencoba menghubungi Sutrisno, Kepala Desa Pule.

Namun hingga berita ini diturunkan, dia belum juga memberikan respon jawaban kebenaran dari pengakuan pihak Poktan dan mantan Kepala UPT tersebut.   

Sebelumnya, Kasi Pidsus Kejari Lamongan, Muhammad Subhan, telah melakukan pemanggilan terhadap pihak terkait untuk melakukan pengumpulan bahan dan keterangan.

“Sudah kita Pulbaket (pengumpulan bahan keterangan)”, kata Muhammad Subhan, Rabu (17/06) lalu.

Namun, Kejari Lamongan enggan membeberkan secara detail terkait siapa dan pihak terkait yang telah dipanggil untuk dimintai keterangan.

“Maaf, Pulbaket ini sifatnya masih rahasia dan saya tidak bisa komentar lagi ya”, tuturnya. (tris/nur).

Bagikan melalui :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •   
  •   
  •   
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan