Kades Baturono : Informasinya Sudah Dikembalikan, Tapi Saya Tidak Mengerti

Balai Desa Baturono, Kecamatan Sukodadi, Lamongan.

KILASMETRO|LAMONGAN – Kepala Desa (Kades) Baturono Tarmuji  menegaskan, bantuan langsung tunai (BLT) melalui dana desa (DD) tahun 2020 bulan ke-2 telah dicairkan tanpa biaya administrasi atau potongan.

“BLT DD bulan ke-2 sudah cair, Senin (29/06) lalu.  Alhamdulillah lancar tanpa ada kendala apapun. Pembagiannya langsung dilakukan oleh pihak Bank Jatim dan nol rupiah (red_gratis)”, kata Tarmuji, Sabtu (04/07).

Gratis atau tanpa adanya biaya potongan administrasi seperti diawal pencairan BLT DD bulan ke-1, Tarmuji menuturkan, untuk bulan ke-2 meski tanpa adanya pihak Bank Jatim, dirinya yakin tidak akan terjadi lagi seperti sebelumnya.

“Insya Allah tidak akan terjadi lagi seperti di BLT DD bulan ke-1”, ujarnya.

Menurutnya, seperti kemarin adanya dugaan penyimpangan atau kesalahan seperti itu. Dirinya merasa tidak mengerti apakah sudah dikembalikan atau belum, uang senilai Rp. 20 ribu yang diduga biaya administrasi potongan saat pencairan BLT DD bulan ke-1.   

“Saya tidak merasa terlibat dan tidak mau terlibat. Tapi informasinya sudah dikembalikan. Jadi saya tidak mengerti. Pokoknya yang terpenting itu, saya tidak mau tahu”, tegasnya. 

Kades Baturono juga menambahkan, bahwa BLT DD bulan ke-3 akan dibagikan bulan Agustus 2020. “Untuk bantuan bulan ke-3 dicairkan perkiraan bulan depan”, tandasnya.      

Ditempat terpisah, Suwarni salah seorang warga Dusun Genengan, Desa Baturono menegaskan, BLT DD bulan ke-2 tidak ada biaya potongan administrasi. 

“BLTnya tidak dipotong. Dilayani pegawai Bank Jatim”, jelasnya.

Saat disinggung terkait adanya dugaan biaya potongan administrasi sebesar Rp. 20 ribu pada BLT DD bulan ke-1 apakah sudah dikembalikan atau belum, Suwarni yang juga anak almarhumah Sriatun menjawab belum dikembalikan.

“Biaya potongan yang kemarin itu kan maksudnya, belum pak”, jawab Suwarni.  

Sedangkan Heny mengungkapkan secara ragu-ragu, apakah ada biaya potongan administrasi lagi atau tidak. Karena pengambilan BLT DD bulan ke-2 diwakilkan suaminya. 

“Ndak tahu, pak. Apakah ada potongan biaya administrasi atau tidak. Karena yang ambil kemarin itu suami saya”, ungkapnya.  

Dia menambahkan, untuk biaya potongan sebelumnya sebesar Rp. 20 ribu itu tidak tahu belum dikembalikan atau sudah.

“Kan, yang ambil suami saya. Kalau memang Suwarni tidak dipotong biaya admin dan biaya potongan sebelumnya belum dikembalikan. Kemungkinan ya sama”, pungkasnya.  

Di kesempatan sebelumnya, Heny membenarkan telah menerima bantuan sebesar Rp. 600 ribu. Tapi dirinya diminta uang sebesar Rp. 20 ribu yang diduga biaya administrasi

“Saya diminta uang sebesar Rp. 20 ribu untuk biaya administrasi. Alasannya untuk biaya surat, kalau kita benar-benar belum pernah dapat bantuan)”, kata Heny, Jumat (22/05).

Terkait uang sebesar Rp. 20 ribu yang diduga biaya potongan dan atau pungutan liar, dia menjawab kepada siapa serahkan. “Kami serahkan kepada Pak Siran, petugas yang ada di dalam kantor Desa Baturono”, jawabnya.

Sedangkan, Sriatun, salah satu warga Dusun Genengan lainnya, mengatakan bahwa dirinya juga diminta seikhlasnya oleh salah satu istri oknum Kepala Dusun melalui pesan Whatsapp usai mencairkan BST.

“Kemarin saat pengambilan BST, tidak dipotong, tapi Bu Arofah (red_diduga istri Kasun Genengan) meminta uang seikhlasnya atas pencairan bantuan itu”, ungkap Sriatun.  

Dia menegaskan, tak hanya dirinya saja, karena sebagian warga yang telah mendapatkan BST kemarin itu. Beberapa diantaranya mendapatkan pesan Whatsapp dari Bu Arofah.

“Ojo lali persenane (red_jangan lupa bagi fee-nya). Tetapi kalau bantuan yang hari ini tadi kita terima itu hanya membayar data sebesar Rp. 20 ribu ke petugas di dalam kantor desa”, ujarnya. (tris).

Bagikan melalui :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •   
  •   
  •   
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan