Kue Nastar Daun Kelor Desa Sukosongo Tidak Akan Gagal Manjakan Mulut

Sejumlah ibu-ibu PKK dan Kader Asuhan Mandiri Desa Sukosongo saat membuat Kue Nastar daun kelor.

KILASMETRO|LAMONGAN – Kue nastar merupakan makanan khas yang selalu ada dan menjadi sajian wajib yang harus ada di meja tamu saat perayaan Idul Fitri. Jenis kue kering yang satu ini memang mempunyai cita rasa yang khas dibandingkan kue kering lainnya.

Kue yang terbuat dari bahan tepung terigu ini mempunyai rasa yang gurih sekaligus manis, dengan isi selai nanas lembut di dalamnya. Kue ini juga biasanya diberi baluran telur dan tambahan cengkeh di atasnya yang semakin mempercantik penampilan.

Namun ada yang berbeda dengan kue nastar produksi ibu-ibu PKK Desa Sukosongo, Kecamatan Kembangbahu, Lamongan. Karena mereka mencampurkan daun kelor yang sudah dihaluskan menjadi bahan campuran adonan.

“Pertama-tama kocok gula halus 50 gram dan margarin 200 gram hingga tercampur rata. Kemudian masukkan satu persatu dua butir telur ayam sambil diaduk menggunakan mixer dengan kecepatan rendah hingga rata”, ujar Ma’rifah salah satu Ibu PKK kepada kilasmetro.com, belum lama ini.

Selanjutnya, kata Ma’rifah, masukkan tepung terigu 250 gram yang telah dicampur dengan susu bubuk 50 gram, garam 6 gram dan keju parmesan 25 gram. “Aduk hingga merata dengan kecepatan sedang. Dan masukkan dalun kelor 25 gram yang sudah dihaluskan menggunakan cobek”, jelasnya.

Menurutnya, agar mendapatkan hasil maksimal adonan didiamkan selama kurang lebih satu jam.  “Adonan dibentuk bulatan kecil dengan ukuran berat masing-masing 11 gram. Kemudian dipipihkan untuk diisi dengan selai nanas manis. Susun dalam loyang yang diolesi margarin setelah adonan dibulatkan kembali”, katanya.

Dia menuturkan, agar mendapatkan kue nastar manis yang bertekstur lembut dan tidak akan gagal memanjakan mulut (red_ngeprul dimulut) adonan harus diolesi kuning telur. “Panggang didalam oven pada suhu 150 derajat Celsius selama kurang lebih 20 menit”, terangnya.  

Kue Nastar Daun Kelor salah satu produk unggulan Asman Matahari Desa Sukosongo, Kecamatan Kembangbahu, Lamongan

Wanita yang juga kader Asuhan Mandiri (Asman) Matahari Desa Sukosongo menjelaskan, bersama kader yang lain, daun kelor juga disulap menjadi makanan lain bercita rasa tinggi. “Selain kue nastar, kami juga membuat mie daun kelor dan makanan ringan lain atau camilan stik dari daun kelor”, tandasnya.

Disisi lain Kepala Desa Sukosongo Akhmad Zaenal Arifin menyebutkan, bahwa kegiatan Asuhan Mandiri (Asman) Matahari sudah berjalan 2 (dua) tahun. “Ide pembuatan kue nastar ini baru berjalan dua bulan ini”, ucapnya.

Terkait pemasaran, Kades Sukosongo menjelaskan, masih melalui media sosial dan konsumennya masih berkisar warga sekitar. “Kami berharap kalau produk ini menasional, tujuan kita bisa ekspor”, imbuhnya.

Dia juga menambahkan, dengan bahan utama daun kelor yang cukup banyak di lahan binaannya. Dirinya juga berharap semua produk unggulannya bisa membuka lapangan usaha.  

“Semoga semua produk unggulan yang dihasilkan oleh Asman Matahari bisa membuka lapangan usaha bagi kadernya”, pungkasnya. (tris/nur).

Bagikan melalui :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •   
  •   
  •   
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan