“15 Positif Covid-19”, PPNI Lamongan Berikan Motivasi Rekan Seprofesi

DPD PPNI Kabupaten Lamongan memberikan bantuan moril dan materiil kepada keluarga Suharjo.

KILASMETRO|LAMONGAN – Medis dan para medis menjadi garda terdepan dalam penanganan pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Sehingga tidak dipungkiri mereka menjadi orang pertama yang sangat beresiko serta rentan tertular virus corona.

Setidaknya di Kabupaten Lamongan terdapat 15 (lima belas) tenaga perawat yang terkonfirmasi virus corona. Untuk itu perlu mendapatkan perhatian dan dukungan pemerintah dalam melaksanakan tugas mulianya tersebut.

Suharjo, salah satunya perawat yang sebelumnya dinyatakan positif Covid-19, menyampaikan rasa syukur setelah dinyatakan sembuh setelah menjalani perawatan dan karantina.

“Hasil swab terakhir sebanyak 7 (tujuh) kali hasilnya dinyatakan negatif. Dengan kata lain saya sudah sembuh dari virus corona”, ungkap Suharjo, Selasa (28/07).    

Dia dan keluarganya juga berterima kasih kepada seluruh masyarakat sekitar yang tidak memberikan stigma buruk pada dirinya.

“Selama menjalani perawatan dan karantina beberapa hari. Warga desa tetap menerima saya dan keluarga dengan baik”, ucapnya.

Sebagai bentuk dukungan moril terhadap Suharjo, DPD PPNI (Persatuan Perawat Nasional Indonesia) Kabupaten Lamongan berkunjung ke rumahnya untuk memberikan motivasi sebagai bentuk toleransi dan solidaritas

“Selain memberikan motivasi juga edukasi kepada masyarakat sekitar bahwa rekan seprofesinya ini sudah benar-benar sembuh sehingga tidak perlu dikucilkan”, kata Ketua DPD PPNI Kabupaten Lamongan H. Khaidir, S,Kep.Ns.

Khaidir mengatakan, hingga saat ini setidaknya ada 15 (lima belas) rekan seprofesi yang positif Covid-19. Namun dari jumlah tersebut tinggal 6 (enam) perawat yang masih menjalani perawatan dan karantina.

“Selebihnya sudah sembuh dan bisa kembali berkumpul bersama keluarga dan masyarakat”, ujarnya.

Lebih jauh Khaidir juga menambahkan, para medis terutama perawat saat ini memiliki tugas berat dalam menangani pasien Covid-19. Apalagi mereka rawan terpapar Covid-19.

“Untuk itu kami berharap pemerintah memberikan perhatian yang serius pada perawat dalam menjalankan tugasnya”, tegasnya. (pur/nur).  

Bagikan melalui :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •   
  •   
  •   
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan