PPNI Lamongan : Berharap Pemerintah Memberikan Perhatian Dan Dukungan Serius

DPD PPNI Kabupaten Lamongan memberikan bantuan moril dan materiil kepada keluarga Suharjo.

KILASMETRO|LAMONGAN – DPD PPNI (Persatuan Perawat Nasional Indonesia) Kabupaten Lamongan berharap pemerintah memberikan perhatian dan dukungan yang serius terhadap perawat dalam menjalankan tugasnya.

Harapan tersebut disampaikan, Ketua DPD PPNI Kabupaten Lamongan H. Khaidir, S,Kep.Ns saat mengunjungi Suharjo, salah satu perawat yang telah dinyatakan sembuh.

“Kami berharap pemerintah memberikan perhatian dan dukungan serius kepada rekan-rekan dalam melaksanakan tugas mulia tersebut”, kata H. Khaidir, S,Kep.Ns, Selasa (28/07).

Setidaknya di Kabupaten Lamongan terdapat 15 (lima belas) tenaga perawat yang terkonfirmasi virus corona. Para medis terutama perawat saat ini memiliki tugas berat dalam menangani pasien Covid-19. Apalagi mereka rawan terpapar Covid-19.

“Sehingga tidak dipungkiri mereka menjadi orang pertama yang sangat beresiko serta rentan tertular virus corona”, ujarnya.  

Dia juga menjelaskan, kedatangannya ke rumah Suharjo, salah satu perawat yang telah sembuh dari Covid-19 sebagai bentuk dukungan moril dan motivasi terhadapnya dan keluarga.

“Selain memberikan motivasi juga edukasi kepada masyarakat sekitar bahwa rekan seprofesinya ini sudah benar-benar sembuh sehingga tidak perlu dikucilkan”, ucapnya.

Khaidir mengatakan, hingga saat ini setidaknya ada 15 (lima belas) rekan seprofesi yang positif Covid-19. Namun dari jumlah tersebut tinggal 6 (enam) perawat yang masih menjalani perawatan dan karantina.

“Selebihnya sudah sembuh dan bisa kembali berkumpul bersama keluarga dan masyarakat”, ungkapnya.

Sementara, Suharjo, salah satunya perawat yang sebelumnya dinyatakan positif Covid-19, menyampaikan rasa syukur setelah dinyatakan sembuh setelah menjalani perawatan dan karantina.

“Hasil swab terakhir sebanyak 7 (tujuh) kali hasilnya dinyatakan negatif. Dengan kata lain saya sudah sembuh dari virus corona”, ungkap Suharjo.

Dia dan keluarganya juga berterima kasih kepada seluruh masyarakat sekitar yang tidak memberikan stigma buruk pada dirinya.

“Selama menjalani perawatan dan karantina beberapa hari. Warga desa tetap menerima saya dan keluarga dengan baik”, ucapnya. (pur/nur).

Bagikan melalui :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •   
  •   
  •   
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan