Suhandoyo : Pemerintah Harus Punya Perhatian Secara Khusus

Ir. Suhandoyo SP saat menghadiri penjamasan pusaka keris Mbah JImat yang menjadi Lambang Kabupaten Lamongan di pendopo Gang Pusaka, Kampung Groyok Kelurahan Sukorejo, Lamongan, Jumat (31/07).

KILASMETRO|LAMONGAN – Keris yang menjadi lambang Kabupaten Lamongan merupakan peninggalan dari Kanjeng Pangeran Haryo Jimat dan diberi nama Keris Mbah Jimat.

Keris tanpa gagang tersebut, berwarangka dan berluk tujuh dengan pamor ular korowelang ternyata ujung dari tombak. Sedangkan gagang tombaknya saat ini disimpan di dekat makam Mbok Rondo Gondang (Dewi Sekardadu), Kecamatan Sugio, Lamongan.    

“Keris yang setiap 10 Dzulhijjah (Hari Raya Idul Adha) dijamas ini merupakan hadiah dari Kanjeng Pangeran Haryo Jimat untuk Tumenggung Lamong I sebagai kawan akrab”, ujar Drs. Achmad Chambali, Jumat (31/07).

Chambali menjelaskan, Haryo Jimat, Rangga Hadi (Tumenggung Lamong I/ Tumenggung Surajaya) dan Mbah Goliah berkawan akrab yang merupakan santri asuh dari Sunan Giri III. Bahkan makam ketiga berada di Kabupaten Lamongan.    

“Haryo Jimat makamnya di Gunung Candi Siwa Kecamatan Mantup, Mbah Goliah di Sabilan Mantup sedangkan Rangga Hadi atau Mbah Lamong di makamkan di Kelurahan Tumenggungan”, terangnya.

Keris Mbah Jimat memiliki kembaran, dengan pamor yang sama yakni ular korowelang. “Kembaran keris ini berada di Gunung Giri Sampurno sebelah utara Kota Pacitan diberi nama Kanjeng Jimat”, ucapnya.

Sementara, Ir. Suhandoyo S.P berharap, Keris Mbah Jimat dan pendopo jimat tempat disemayamkannya lambang Kabupaten Lamongan tersebut bisa mendapat perhatian dari semua pihak termasuk pemerintah.     

“Pemerintah harus punya perhatian secara khusus maka tidak terlalu berat apabila jika kedepannya memperhatikan hal-hal seperti ini salah satunya Keris Mbah Jimat dan Pendopo Jimat sebagai Cagar Budaya Sejarah Lamongan”, ujar Ir. Suhandoyo usai mengikuti penjamasan keris Mbah Jimat.  

Keris Mbah Jimat ini memang merupakan bagian dari cikal bakal terbentuk Kabupaten Lamongan dimasa itu, sambung Suhandoyo, karena dirinya merasa tahu persis sejarahnya.

“Kebetulan saya sendiri pernah tinggal di kampong Griyoyokso (kini namanya Groyok) Gang Pusaka dan sama persis dengan Rangga Hadi hanya selama 3 tahun. Namun saya pada tahun 80-an, sedangkan Rangga Hadi di tahun 1572”, akunya.

Edi Suprapto, Kasi Musium, Sejarah dan Purbakala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Lamongan

Di satu sisi, Edi Suprapto, Kasi Musium, Sejarah dan Purbakala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Lamongan mengapresiasi, budaya penjamasan pusaka keris Mbah Jimat.

“Saya sangat menyambut baik kegiatan seperti ini karena ini sebagai warisan budaya yang harus kita lestarikan. Perlu kita lanjutkan tradisi seperti ini”, aku Edi Suprapto.

Dia akan berkoordinasi dengan yang memiliki wewenang agar nantinya  ada kontribusi dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Lamongan setelah dilaksanakan kegiatan ini.  

“Nanti kita koordinasikan dengan atasan dulu. Barangkali ada kegiatan lebih sakral lagi, bukan hanya sekedar seperti ini saja. Sehingga kantor bisa membantu kegiatan ini lebih baik lagi”, ucapnya. (nur).

Bagikan melalui :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •   
  •   
  •   
  •  
  •  

1 thought on “Suhandoyo : Pemerintah Harus Punya Perhatian Secara Khusus

Tinggalkan Balasan