Dalang Pembunuh Mertua Sekda Lamongan Dituntut Hukuman Mati, Begini Ceritanya

Irwan Syafari,Kasi Pidana Umum Kejaksaan Negeri Lamongan saat ditemui sejumlah awak media, Kamis (06/08).

KILASMETRO|LAMONGAN – Sunarto Bin Supangat, salah satu terdakwa kasus pembunuhan Ruwaeni (69), warga Dusun Glogok, Desa Sumberwudi, Kecamatan Karanggeneng, Lamongan dituntut hukuman mati.  

Pertimbangan tuntutan hukuman mati terhadap terdakwa yang diduga sebagai dalang pembunuh ibu mertua Sekda Lamongan, Yuhronur Efendi itu, karena selain diduga sebagai otak pembunuhan, dia juga berbelit-belit dalam memberikan keterangan.

“Hasil ekspose kami, untuk terdakwa Sunarto itu tidak kooperatif, berbelit-belit dalam memberikan keterangan”, ujar Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Lamongan, Irwan Syafari kepada kilasmetro.com, Kamis (06/08).

Bahkan terdakwa yang diduga sebagai dalang pembunuh ibu mertua Sekda Lamongan, Yuhronur Efendi itu juga mencabut semua keterangannya di BAP.

“Alasannya karena selama BAP adanya penekanan dari pihak aparat kepolisian”, katanya.

Begitu teman-teman kepolisian dihadikan sebagai saksi verbal lisan di Pengadilan, dia menandaskan, terdakwa Sunarto kembali berbelit-belit lagi.

“Kami menanyakan (terdakwa Sunarto) tunjuk semua”, ucap JPU yang mengaku kasus ini menarik perhatian.   

Namun saat disuruh menunjuk, kata Irwan, terdakwa Sunarto malah mengelak dan terus mempunyai alibi.

“Oh ndak pak, untuk selama pemeriksaan penyidikan tidak ada tekanan, hanya waktu penangkapan, saya ditekan disuruh mengakui”, katanya menirukan ucapan Sunarto saat agenda sidang keterangan terdakwa.

Dari itu, Irwan menegaskan, terhadap terdakwa Sunarto diusulakan ke Kejaksaan Agung (Kejagung) hukuman mati.

“Akhirnya usulan kami di acc (disetujui) pimpinan pusat untuk memberikan tuntutan mati terhadap Sunarto. Sedangkan terdakwa Imam Winarto (diduga eksekutor) dituntut hukuman penjara seumur hidup”, paparnya.    

Sidang kasus pembunuhan Hj Ruwaeni (mertua Sekda Lamongan, Yuhronur Effendi), agenda pembacaan tuntutan, Kamis (06/08).

Sementara itu, Humas Pengadilan Negeri Lamongan Agusty Hadi Widarto mengatakan, agenda sidang kasus pembunuhan sadis terhadap Ruwaeni pembacaan tuntutan terhadap terdakwa.

“Tadi sidang acara tuntutan dari penuntut umum”, katanya.

Agusty menuturkan, sidang masih tetap menggunakan protokol kesehatan melalui virtual atau daring.

“Untuk Majelis Hakim dan Jaksa Penuntut Umum (JPU) di ruang sidang tirta Pengadilan Negeri Lamongan. Dan kedua terdakwa didampingi penasehat hukumnya di Lapas Kelas II B Lamongan”, ucapnya.   

Lebih lanjut, Agusty menambahkan, Majelis Hakim memberikan kesempatan kepada terdakwa dan penasehat hukumnya untuk menanggapi tuntutan dari JPU.

“Agenda Kamis (13/08) minggu depan adalah pembelaan/pledoi dari terdakwa atau penasehat hukumnya”, pungkasnya (nur).   

Bagikan melalui :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •   
  •   
  •   
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan