Diduga Tilap Dana Desa 2019, Tersangka Ini Ditahan Kejari Lamongan

Tersangka dugaan korupsi dana desa tahun 2019 Desa Sumberejo, Kecamatan Pucuk Lamongan saat digiring ke mobil tahanan.

KILASMETRO|LAMONGAN – Kejaksaan Negeri (Kejari) Lamongan bidang pidana khusus (pidsus) telah menahan 2 (dua) orang tersangka diduga melakukan perbuatan tindak pidana korupsi dana desa (DD) dan dana BUMDes di Desa Sumberejo, Kecamatan Pucuk, Kabupaten Lamongan tahun 2019.

Hal ini diungkapkan, Kasi Pidana Khusus Muhammad Subhan kepada sejumlah awak media di kantor Kejari Lamongan Jalan Veteran No.04, Kamis (13/08).    

“Yang pertama, Bolhar salah satu pegawai di Kecamatan Pucuk dimana saat itu sebagai Pj Kepala Desa Sumberejo. Tersangka kedua Ahmad Andis, Sekretaris Desa (Sekdes) Sumberejo”, ujarnya.  

Subhan mengatakan, dua orang tersangka tersebut ditahan untuk dalam waktu 20 puluh hari sejak penetapan status saksi menjadi tersangka.

“20 hari mulai dari sekarang. Kami juga mendalami hal-hal lain terkait dugaan korupsi ini”, akunya.

Ahmad Andis dan Bolhar saat di dalam mobil tahanan Kejari Lamongan.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya tersebut, tutur Subhan, kedua tersangka dijerat dengan Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).

“Pasal yang disangkakan, yakni Pasal 2, Pasal 3 dan kemungkinan kita alternatifkan dengan pasal 8 UU Tipikor. Dengan ancaman minimal 4 tahun untuk pasal 2, kalau pasal 3 minimal satu tahun”, tegasnya.

Sebelumnya, Ketua Lembaga Persatuan Pemburu Korupsi (LPPK) Lamongan Afif Muhammad menjelaskan, dirinya yang telah melaporkan adanya dugaan penyelewengan dana desa tahun 2019 di Desa Sumberejo, Kecamatan Pucuk, Lamongan.

“Dengan bukti-bukti real kwitansi dan hasil survei hitung ulang pembangunanm, kami menduga penyelewengan dilakukan tiga orang yakni Sekdes Ahmad Andis, mantan Pj Kades Bolhar (red_saat ini dinas di kantor Kecamatan Pucuk) dan Timlak pembangunan Rali Sugiarto”, ujarnya. (nur).

Bagikan melalui :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •   
  •   
  •   
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan