Bacawabup Sa’im Janji Bantu PKL Lamongan Membentuk Lembaga Koperasi

Bacawabup, Sa'im saat menerima aspirasi pedagang kaki lima (PKL) bantu membentuk koperasi.

LAMONGAN – Bakal calon wakil bupati (bacawabup), Sa’im menjanjikan pedagang kaki lima (PKL) Kabupaten Lamongan untuk membantu membentuk wadah atau lembaga pembiayaan berbadan hukum berupa koperasi.

“Ada satu masukan, teman-teman PKL ini butuh satu biaya atau dana untuk modal. Dan ini tadi kita sepakat untuk membentuk Koperasi,” kata Sa’im usai melakukan pertemuan dengan perwakilan PKL Lamongan di Kedai Jagong Kelurahan Tumenggungan, Selasa (15/09/2020).

Mengenai nama koperasi yang dibentuk para pedagang kaki lima tersebut, Sa’im menyerahkan, sepenuhnya kepada mereka.

“Kalau nama terserah mereka lah. Saat ini kita wajib hadir untuk melindungi mereka dalam segala hal,” ujarnya.

Politisi partai PDI-Perjuangan ini juga menerangkan, yang dijanjikan tersebut merupakan sebagai bentuk perhatian atas aspirasi yang disampaikan PKL Lamongan itu.

“Minimal apa yang disampaikan tadi adalah terkait sulitnya mendapatkan modal. Mereka wajib dikasih wadah berupa koperasi untuk dikelola anggotanya. Kan nggak mungkin mereka bersama-sama datang ke Bank. Akan lebih baik, jika ada wadahnya yaitu Koperasi,” ucap Ketua DPC PDI Perjuangan Lamongan.

Dia juga menyampaikan, pedagang kaki lima selama ini sudah mendapatkan perhatian tempat atau lokasi yang baik dari pemerintah.

“Untuk tempat, saat ini mereka sudah mendapatkan tempat yang layak. Tapi  alangkah bagus lagi kalau ada penataan. Sehingga mereka bisa merasa nyaman dan terlindungi,” tuturya.

Sementara itu, Ketua Pembina PKL Lamongan Manshur meyakini, aspirasi yang disampaikannnya kepada Bacawabup, Sa’im tersebut akan terwujud dan terealisasi.

“Insya Allah terwujud, mas. Mudah-mudahan, karena itu adalah harapan kami,” ucap Manshur, penjual roti bakar dan juice.  

Abdul Shomad anggota PDI Perjuangan saat mendampingi Bacawabup, Sa’im dalam pertemuan dengan pedagang kaki lima (PKL) di Kedai Jagong, Selasa (15/09/2020)

Sementara itu, Abdul Shomad anggota PDI Perjuangan mengatakan, akan menyerahkan sepenuhnya kepada para pedagang kaki lima mengenai siapa saja yang akan menjadi pengurus di koperasi tersebut.

“Untuk pengurus silahkan dibahas lagi setelah acara ini. Harus ada Ketua, Bendahara, Sekretaris dan anggota minimal berjumlah 20 orang. Yang jelas untuk membentuk koperasi tidak boleh keluar dari aturan koperasi,” ujar Abdul Shomad.

Shomad juga meyakinkan, akan sepenuhnya membantu pembentukan badan bukum dari koperasi yang dibentuk dari para PKL Lamongan tersebut.

“Kan ada mbak Ratna, kenapa repot. Berkas dan datanya silahkan dibawa ke kantornya jika sudah lengkap. Untuk ke dinas koperasi, kami sepenuhnya juga akan membantu,” aku Abdul Shomad saat mendampingi bacawabup Sa’im saat menjaring aspirasi pedagang kaki lima (PKL) Lamongan. (tris/nanda).

Bagikan melalui :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •   
  •   
  •   
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan